19 Zulhijjah 1440 H

712 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Oleh: Dwiwap.com

Yadin fadillah Qur’an kiay ahli bid’ah di yakini lebih mujarab dari pada surat yasin yang asli benarkah?

Sungguh memprihatinkan, mereka sudah merutinkan membaca surat yasin hasil modifikasinya, ketimbang membaca surat yasin yang asli, yang kata mereka surat yasin yang asli tidak lengkap dan kurang sempurna, bahkan di baca rutin dan di cetak setiap ada hajatan, misalnya: ingin di pilih menjadi caleg, walikota, bupati, gubernur dan sebagainya.

Wahai saudara-saudari bangunlah
buka mata, buka hati dan juga pendengaran kalian, jangan terpengaruh dan tertipu oleh banyaknya orang atau kiay, habib, ustadz, dan gus-gus yang menyesatkan tiada ketara yaitu mengamalkan yasin fadillah, karena Al-Qur’an itu sudah sempurna, tidak perlu lagi yang namanya di modifikasi, baik itu di modifikasi di tambahin ataupun di kurangi.

Sebagaimana firman Allah Subhana Wa taala yang artinya:
Pada hari ini telah kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah kucukupkan kepadamu ni’matku dan telah Kuridhai Islam itu jadi agama bagimu. (QS. Al maidah : 3).

Jika kslian umat islam mayoritas sudah berani secara terang-terangan mengubah Al-Qur’an, maka jangan mengatas namakan islam! Buatlah agama baru atau kembali ke agama sesat orang jawa terdahulu yaitu animisme, hindu-budha disusul kejawen/ambangan, carilah Rabb selain Allah Subhana Wata’ala, angkat dari kalian sebagai nabi dan ciptakan kitab suci sendiri (sudah terpenuhi), sehingga kalian bisa leluasa beribadah sesuai kehendak hati sesuai dengan hawa nafsu. Namun jika masih mau islam yang kaffah, ketahuilah bahwa Al-Qur’an itu sudah di cap sempurna oleh Allah Subhana Wa taala. Tidak perlu di modifikasi lagi.

Maap bukan maksut penulis menyakiti, menyinggung atau memecah kesatuan umat, tetapi ini kewajiban penulis juga untuk mengingatkan dan meluruskan kesalahan-kesalahan mayoritas umat islam dalam cara beribadah atau beribadah yang tidak sesuai dengan perintah Allah dan Rasulnya.

Sebagaimana firman Allah Subhana Wa taala yang artinya:
Dan kewajiban kami tidak lain hanyalah menyampaikan (perintah Allah) dengan jelas. (QS. Yasin: 13-17).

Dan penulis merasa terpanggil dengan firman Allah Subhana Wa taala untuk secara blak-blakan mengungkap kekeliruan dan kesalahan-kesalahan dalam tata cara beribadah mayoritas umat islam.

Sebagaimana firman Allah Subhana Wataala yabg artinya:
Janganlah kalian campur-adukkan antara kebenaran dan kebatilan, dan kalian sembunyikan yang benar padahal kamu mengetahuinya. (Q.S. Al-Baqarah 2: 42).
Bersambung..

Comment

tags:

Populer post