12 Rabiul Awwal 1440 H

Hits: 52

Umat islam yang menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal.
Oleh: DWIWAP.COM

Umat islam yang menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal mayoritas islam ktp, munafik, musrik dan dan sebagian mereka mengikuti ulama/ustad suu atau ustad yang condong mengutamakan kitab yang tidak suci, lebih mengutamakan kitab buatan manusia dari pada kitab Alqur’an, mereka jadikan kitab-kitab/buku buatan manusia seolah-olah kitab tandingan Alqur’an. Inilah pembodohan yang saat ini terjadi.

Seharusnya kitab-kitab, buku-buku dan fatwa-fatwa para ulama di jadikan untuk memahami islam, namun ini mereka jadikan hukum, seolah-olah itu hukum Allah padahal telah jelas, Allah menyuruh mengikuti ulama dan jika ada perbedaan suruh mengembalikan kepada Allah dan rosulnya. Namun kenyataan dan ironisnya malah mereka kembalikan ke apa kata manusia. Mereka tarok dimana kecerdasan mereka?

Contoh menghalalkan yg haram,
1. menghalalkan rokok.
2. Menghalalkan bid,ah/kesesatan yang tiada ketara.
3. Menghalalkan pacaran.
4. Mengharamkan memelihara anjing dan menajiskan.
5. Menghalalkan semua nyanyian dan musik, tidak peduli nyanyian dan musik tersebut mengajak kedalam kesesatan atau tidak.

Namun menurut penulis selagi nyanyian yang di iringi musik tersebut condong untuk meningkatkan iman dan takwa maka tidak apa-apa di dengar, intinya selagi nyanyian tersebut mengajak mengingat Allah, mengingat mati dan sejenisnya maka tidak apa-apa di dengar, namun hanya berlaku ketika tidak ada yang lain yang di dengar selain nyanyian tersebut, namun jika ada pilihan lain yang lebih bermanfaat dalam hape/radio/televisi yang ingin anda ada putar seperti ceramah/murattal ples terjemah dan tilawah maka tinggalkan nyanyian-nyanyian tersebut. Utamakan yang mendengar yang ada perintahnya tersebut.

Penulis tidak menghalalkan musik. Mendengar musik atau nyanyian yang di bolehkan yang penulis maksut diatas harus tau aturan, tempat dan kondisi/keadaan. Tidak boleh di nyanyi-nyanyi di masjid, mushola, sudah teriak-teriak tidak jelas, lagunyapun tidak sedikitpun nuntuk mengajak mendekatkan kepada Allah, yang ada malah mengganggu orang yang mau sholat sunah, orang mau sholat sunnah mereka jadi tidak kosentrasi, karena mendengar nyanyian-nyanyian tersebut.

Begitulah saat ini yang telah terjadi di dalam masyarakat yang mayoritas pengikut golongan terbaru yang no 2 di indonesia. Itu semua akibat beragama hanya bermodal taqlid buta. Yang penting ngikut/mengikuti. Yang ahli bidahnya menghalalkan total musik/nyanyian, yang salafi memvonis mengharamkan total musik dan nyanyian.

Selama nyanyian tersebut mengajak mengingat Allah, mengingat mati, mengingat atas nikmat-nikmat Allah, dan sejenisnya itu tidak haram. Contoh nyanyian obat hati, sepohon kayu, bermata tapi tak melihat dan sejenisnya. Semua itu tidak haram karena mengingatkan atas kebesaran tuhannya.

Nyanyian haram. Itu benar seluruh ulama terdahulu yang berpegang teguh dengan dua pentunjuk sepakat mengharamkan, namun nyanyian/musik seperti apa dulu yang di haramkan… tidak boleh asal mengharamkan… Atau memvonis haram.

Untuk bisa memahami apa yang penulis maksut saratnya mudah keluar dari fanatik manhaj atau ulama ini-itu, cukup menjadi muslim saja, selama fanatik buta terhadap ulama ini dan itu dan mengklaim ana salafi atau ana bermanhaj salaf atau ana bermazab ini dan itu selama itu juga pemikiran akan di perbudak wawasan dan pengetahuan sebatas katanya-katanya yang tidak berkembang.

comments

tags: