12 Sya'ban 1440 H

Tolok ukur pengikut islam golongan.

Kategori Kritikan
Di lihat 263 kali

Hits: 92

Oleh: DWIWAP.COM

Berikut ini argumentasi yang di jadikan tolok ukur mayoritas ahli bid’ah atau golongan dalam islam yang mengklaim adanya bid’ah itu ada yang hasanah.

Tulisan di bawah ini saya copas dari salah seorang Nu tulen yang ngaku ustadz, mungkin ustadz SUU, beliau salah satu anggota banser pengikut golongan Nu dari lubuk Linggau Sumsel yang paling tegar di Facebook memelintir/menjelekkan dakwah sunnah.

Mari kita simak motto yang mereka/ahli bid’ah jadikan tolok ukur terutama golongan Nu:

1). Imam Syafi’i membagi bid’ah menjadi dua macam, yaitu bid’ah mahmudah dan bid’ah madzmumah, dan Imam Subki membagi bid’ah menjadi tiga macam, yaitu bid’ah mubahah, bid’ah hasanah, dan bid’ah yang tidak sesuai dengan syara’.

2). Imam Abu Zakaria Yahya al-Nawawi (Imam Nawawi) menukil pendapat para ulama diantaranya Imam Ibnu Abdissalam yang membagi bid’ah menjadi lima bagian dengan menyebutkan kaidah-kaidahnya, yaitu:

3). Bid’ah Wajibah, yaitu suatu perbuatan yang tidak pernah dilakukan oleh Nabi dan para sahabatnya, yang tanpanya kewajiban tidak bias dilakukan dan dipahami dengan baik. Seperti halnya sibuk mempelajari dan membuat ilmu gramatikal (nahwu, shorof, balaghoh, mantiq), ilmu hadits, ilmu tafsir, ushul fiqih, qoidah fiqih, dan lain sebagainya yang bias digunakan untuk memahami al-Qur’an dan al-Hadits, mengumpulkan al-Qur’an ke dalam satu mushaf, menulis dan mengumpulkan hadits dalam satu kitab. Berkah dalam bid’ah Wajibah ini bias dinikmati oleh pengajar, percetakan buku dan kitab, dan lain sebagainya.

4). Bid’ah Mandubah, yaitu suatu perbuatan yang tidak pernah dilakukan oleh Nabi dan para sahabatnya, yang tanpanya kesunnahan tidak bias dilakukan dan dipahami dengan baik. Seperti halnya sibuk mengarang kitab, membangun madrasah, membangun pondok pesantren, universitas, sekolah, melaksanakan sholat tarawih dengan berjama’ah, melakukan wiridan secara berjamaah dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah, membahas ilmu tasawuf, dan lain sebagainya. Berkah dalam bid’ah mandubah ini dapat dinikmati oleh penulis, penerjemah, arsitek, guru, dan masyarakat sekitar madrasah, pondok pesantren, universitas, sekolah dan lain sebagainya.

5). Bid’ah Muharromah, yaitu suatu perbuatan yang tidak pernah dilakukan oleh Rasul dan sahabatnya dan dilarang agama. Seperti halnya membunuh sesama muslim atau non muslim dengan bom (dan sejenisnya), menghancurkan tempat ibadah, membuat dan mengkonsumsi narkoba, bom bunuh diri, dan lain sebagainya. Berkah dalam bid’ah muharromah ini dapat dinikmati oleh Polisi, TNI, BNN (Badan Narkotika Nasional), rehabilitas, bina sosial, penjara, dan lain sebagainya.

6). Bid’ah Makruhah, yaitu suatu perbuatan yang bertentangan dengan keutamaan. Seperti halnya menghias masjid dengan berlebih-lebihan. Berkah dalam bid’ah ini dapat dirasakan oleh designer wallpaper (desain tata ruang), arsitek, dan lain sebagainya.

7). Bid’ah Mubahah, yaitu suatu perbuatan yang tidak pernah dilakukan oleh nabi dan para sahabatnya yang tidak bertentangan dengan agama. Seperti halnya menciptakan berbagai jenis makanan baru, memakai kendaraan (motor, mobil, dan sebagainya), mengunakan alat komunikasi (telepon seluler, jejaring sosial, dan sebagainya), berjabat tangan setelah sholat, menghias rumah, memakai aksesoris. Berkah dalam bid’ah ini dapat dirasakan oleh koki, industri transportasi, industri telekomunikasi, dan lain sebagainya.

KRITIKAN DAN SANGGAHAN:

Pengikut islam golongan terutama golongan Nu, tolok ukurnya apa kata manusia biasa bukan bertolok apa kata Allah dan rosulnya melalui kitabnya dan sunnahnya. Buktinya tulisan di atas yang penulis copas dari salah satu grub di fb yang di buat oleh pengikut islam golongan yaitu golongan yang paling mengklaim aswaja dan paling teriak-teriak NKRI harga matii.

Pengikut islam golongan tolok ukurnya apa kata manusia biasa bukan bertolok ukur kepada apa kata Allah dan Rosulnya.  Mereka mengatakan bidah hasanah membawa berkah. Yang bener saja? Mungkin maksutnya mereka, bukan membawa berkah tapi membawa petaka karena bidah itu kesesatan yang tiada ketara, dan pelakunya susah untuk taubat, kalau pelaku dosa lainnya seperti perampok, pezina, pemabok miras, penjudi dan sejenisnya mungkin masih mudah dan bisa untuk taubat, tapi pelaku bidah tidak mudah untuk bertaubat, mereka akan selalu merasa yang di lakukan itu baik padahal bidah itu mematikan yang sunah bahkan tak sedikit penulus jumpai sampai mematikan yang wajib. Contoh tahlilan, ketika ada acara tahlilan islam ktp, orang munafik dan sejenisnya mereka berbondong-bondong datang kompak semangat empat lima, tapi yang sunah dan yang wajib banyak yang mereka abaikan. Dan masih banyak lagi contohnya.

Perlu anda ketahui jika yang kalian anggap baik/hasanah itu baik, tentunya Rosullulloh, dan sahabat nabi yang akan melakukan terlebih dahulu…

bersambung..

Comment

0Shares
tags:

Populer post