12 Sya'ban 1440 H

Propil

Hits: 934

Aku adalah seorang yang banyak salah dan berlumur dosa.

Aku adalah manusia biasa yang lahir dengan segala kekurangan dan kelemahan.

Aku bukanlah seorang penyair bukan pula seorang penulis puisi.

Aku bukanlah seorang pujangga bukan pula seorang sastrawan.

Aku hanyalah manusia biasa yang hanya bisa bersyukur atas karunia Alloh Subhana Wataala dan anugrahnya.

Aku adalah manusia biasa yang selalu ingin menjadi lebih baik.

Aku bukanlah orang pintar bukan pula orang yang berpendidikan.

Aku hanyalah seorang yang cuma tamatan Mts kelas 1 catur wulan menginjak 2 ketika itu.

Aku bukanlah seorang yang kaya bukan pula orang yang bergelimang harta.

Aku hanyalah manusia biasa yang sedang berusaha untuk menjadi orang yang beruntung.

Aku adalah manusia biasa yang sedang mencari jati diri.

Aku adalah manusia biasa yang sedang belajar untuk mengerti arti hidup.

Aku adalah manusia yang ingin menjadi diriku sendiri.

Aku hanyalalah seorang yang hobi meggali ilmu, ilmu apa saja kecuali ilmu hitam.

Aku hanyalah manusia yang ingin selalu bisa memaknai setiap perjalanan hidup.

Aku hanyalah seorang pencari jati diri dan penggali ilmu pengetahuan, bukan orang yang ngandalin taqlid buta dan fanatik buta, yang mudah menerima berita-berita dari katanya-katanya.

Aku bukanlah orang pintar, cerdas, jenius dan sejenisnya, namun aku hanyalah seorang yang bodoh tapi selalu ingin belajar supaya tidak menjadi terlalu bodoh dan selalu ingin menerjang kebodohan untuk keluar dari perbudakan pembodohan.

Aku tidak suka dengan orang-orang yang membodohin diri bahkan nunjukin pembodohan. Apalagi pelaku nya yang membodohin dan nunjukin pembodohan mayoritas katanya pintar, cerdas, jenius dan bertitle, sungguh ironis.

Aku bukanlah seorang ahli ibadah dan ahli sunnah, namun aku selalu berusaha dan berusaha untuk menjadi ahli ibadah dan ahli sunnah. Jika ada yang mungkin mengatakan saya sok alim, sok nyunah, sok paling pintar, sok paling benar dan sejenisnya, biasanya yang mengatakan adalah orang munafik dan pelaku bid’ah yang iri-dengki yang melebih-lebihkan.

Aku terlahir dari keluarga islam golongan Nu, namun aku tidak ikut serta kedalamnya, aku seorang penentang keras dalam islam golongan, terutama golongan yang paling MAAP menyesatkan kan namun tiada ketara tersebut, namun ironisnya mengklaim paling benar dan paling aswaja. Mungkin maksut mereka ASLI WARISAN JAHILIYAH/JAWA.

Aku bukanlah ahli bid’ah dan pelaku bid’ah tapi saya benci dengan amalan-amalan ritual bid’ah dan tradisi-tradisi yang di campurkan ke dalam agama islam yang sudah di cap sempurna oleh Allah Subhana Wataala.

Aku seorang yang keras menentang pelaku bid’ah secara terang-terang ngan di dunia nyata maupun di dunia maya, dan saya tidak suka dengan pelaku bid’ah, karena pelaku bid’ah 99% banyak yang pemahaman nya “membodohin diri dan nunjukin pembodohan”.

Aku bukan seorang munafik, namun mungkin aku tak lepas dari munafik itu, namun aku tak ingin menjadi munafik, yang aku ingin terlepas dari kemunafikan dan juga terhidar dari kemunafikan tersebut. Dan juga aku seorang yang berusaha lepas dari kemunafikan dan aku sangat membenci orang munafik bin dusta.

Aku seorang yang keras mengingkari pemahaman yang tersebar di mayoritas 99% manusia yaitu bahwa adanya agama lain selain islam, bagi saya semua agama selain islam adalah agama buatan setan dari golongan manusia yang sesat yang terdahulu.

Dan aku seorang yang keras dalam mempertahan kan kebenaran yang berdalil yang tidak menyimpang dari Al-Qur’an dan hadits yang sahih dan aku sangat tidak menyukai orang yang keras kepala mempertahankan keawamannya, yaitu mempertahankan kebodohan nya, mempertahankan kebid’ahan nya dan mempertahankan keras pembodohan nya dan sejenisnya.

Aku memang egois demi mempertahankan kebenaran yang HAK, bukan kebenaran yang semu/kesesatan yang tiada ketara.

Semoga kita menjadi orang yang sukses dan beruntung, Aamiin ya robbal alamiiin.

Nambah:

Dan aku mengenal agama islam secara kaffah atau keseluruhan sejak kelas 6 Mi, sekitar tahun 1997-1998 nan.

Singkat cerita pada suatu hari aku tidak sengaja membuka-buka lemari tua, di ruang tamu rumah pakde aku, ketika itu aku kelas 6 Mi catur wulan ke-2, dan tidak sengaja aku temukan dalam lemari tersebut berbagai macam buku-buku agama, buku-buku tersebut bekasnya sudah sangat lama di simpan nya, dari sekian banyak buku yang aku sukai hanya buku yang berjudul AMALAN BIDAH YANG SERING TERJADI Dan satu lagi berjudul BIMBINGAN PRIBADI DAN MASYARAKAT. Buku tersebut aku ambil dari lemari dan aku baca diem-diem, ketika tidak ada orang di rumah atau lagi pada pergi kesawah, setiap kali setelah aku baca aku tarok lagi buku tersebut dilemari.

Ketika itu aku diasuh oleh pakde dari sepupu ibuk aku kurang lebih 3 tahunan, ketika aku mau pulang kerumah orang tua buku tersebut aku ambil tanpa sepengetahuannya, aku lihat buku-buku bertumpuk-tumpuk terlihat sudah puluhan tahun di simpan dalam rak tersebut, dari pada tidak di baca maka aku pinjem/ambil. Kebetulan aku sangat tertarik dengan buku tersebut.

Singkat cerita, namun jarak kurang lebih 17 tahunan buku tersebut baru aku kasih tau ke anak pakde aku, karena kehilangan jejak dan baru sempet ke ingat bahwa saya pulang membawa buku tidak bilang-bilang, namun beliau bilang sudah mengiklaskan. Pakde aku beliau salah satu guru agama, mengajar di salah satu sekolah dasar. Selain mengajar beliau juga seorang penceramah di kampungnya, dan pemimpin amalan bid’ah seperti tahlilan, maulidan, isroj-miraj tan,  tawasullan dan sejenisnya.

Beliau ikut golongan nu, semua saudara dari ibuk dan ayah aku dari golongan nu semua, baik yang di Kalimantan timur, Kalimantan barat, lampung, jawa timur, jawa tengah, sumatra selatan, semua mereka ikut golongan nu yang tradisinya kuat atau nu tulen, namun aku tidak ikut golongan nu, namun ketika itu aku masih sering ikut amalan-amalan ritual bid’ah, seperti tahlilan, memperingati maulid, isroj miraj, tawasullan dan tradisi-tradisi sejenisnya namun dengan seiringnya waktu buku tersebut aku baca berulang-ulang, akhirnya aku menemukan fitrah, dan kebetulan aku hobi mencari tau dan mencari jati diri, maka dengan seringnya waktu aku praktekkan pelajaran-pelajaran dalam buku tersebut. Dengan cara terutama mengkritik orang sekitar, saudara, orang tua dan lainnya.

Namun yang aku sayangkan ketika itu aku tidak terdidik dengan baik, bahkan aku waktu masih kecil hingga remaja hidup dalam….

Seandainya aku dulu terdidik dengan baik dari kecil hingga remaja, seperti halnya anak-anak kecil dan remaja lainnya, yaitu sekolah, mondok, kuliah dan seterusnya maka tidak menutup kemungkinan aku sekarang ini mungkin sudah jadi dosen/ustad…😊, ya itulah yang terbaik yang di gariskan Allah buatku.

Waktu sudah berlalu dan tidak bisa di putar kembali Bersambung..

Comment

0Shares

Populer post