13 Rabiul Awwal 1442 H

Tentang Aku

 6,011 total views,  2 views today

Sekilas biodata Aku, 😊🙏.

=> Nama panggilan : 

=> Nama julukan DM : Dwiwap

=> Tempat tgl : lahir di Indonesia, tepatnya di sebuah desa yang sangat plosok, pada tanggal 07 Agustus 198…

=> Anak ke : Dua dari lima bersaudara, satu laki-laki, 4 wanita.

=> Pendidikan : Mi Roudlatus shibyan, kec pare-kediri jatim. Di lanjutkan di MtsN kec puncu-kediri, kelas satu, catur wulan satu, menginjak catur wulan ke dua. Di lanjutkan ke universitas otodidak.

=> Guru : Allah Subhana Wa taala.

=> Alamat rumah : Kab tanggerang-banten.

=> Hoby : Menjahit, membaca, menulis, web design.

=> Tinggi badan : 167 cm.

=> Berat badan : 53 kg.

=> Agama : Islam. Berusaha untuk kaffah.

=> Buku Favorit : Buku-buku agama, psikologi, motivasi dan perbandingan.

=> Email : dwiwap@yahoo.com

=> Facebook : https://fb.me/OfficialDwiwap

=> Fansfage : https://fb.me/Dwiwap

=> YouTube : www.youtube.com/Dwiwap

=> Website : www.dwiwap.com

=> WhatsAp : 0812..

=> Cita-cita : Jadi dosen ilmu tinggi agama islam dan perbandingan agama🤭, namun tidak kesampaian karena daya hafal dan ingat lemah dan melemah.😇

Yang membedakan antara orang terlihat pintar dengan tidaknya adalah daya ingatnya. Jika daya ingatnya tajam maka orang tersebut mudah ingat dengan apa yang mereka pelajari dan Jika jika daya ingatnya lemah akan mudah lupa dengan apa yang di baca, di lihat, di dengar, dan di hafal.

=> Motto : Melawan arus balik faham mayoritas manusia yang taqlid buta dan fanatik buta. Tujuan= untuk memurnikan syariat islam, sesuai Al-Qur’an dan Sunnah.

==========================

=> Sekilas tentang aku, 😊🙏.

Aku adalah seorang yang banyak salah dan berlumur dosa.

Aku adalah manusia biasa yang lahir dengan segala kekurangan dan kelemahan.

Aku bukanlah seorang penyair bukan pula seorang penulis puisi.

Aku bukanlah seorang pujangga bukan pula seorang sastrawan.

Aku hanyalah manusia biasa yang hanya bisa bersyukur atas karunia Alloh Subhana Wataala dan anugrahnya.

Aku adalah manusia biasa yang selalu ingin menjadi lebih baik.

Aku bukanlah orang pintar bukan pula orang yang berpendidikan.

Aku hanyalah seorang yang cuma tamatan Mts kelas 1 catur wulan menginjak 2 ketika itu.

Aku bukanlah seorang yang kaya bukan pula orang yang bergelimang harta.

Aku hanyalah manusia biasa yang sedang berusaha untuk menjadi orang yang beruntung.

Aku adalah manusia biasa yang sedang mencari jati diri.

Aku adalah manusia biasa yang sedang belajar untuk mengerti arti hidup.

Aku adalah manusia yang ingin menjadi diriku sendiri.

Aku hanyalalah seorang yang hobi meggali ilmu, ilmu apa saja kecuali ilmu hitam.

Aku hanyalah manusia yang ingin selalu bisa memaknai setiap perjalanan hidup.

Aku hanyalah seorang pencari jati diri dan penggali ilmu pengetahuan, bukan orang yang ngandalin taqlid buta dan fanatik buta, yang mudah menerima berita-berita dari katanya-katanya.

Aku bukanlah orang pintar, cerdas, jenius dan sejenisnya, namun aku hanyalah seorang yang bodoh tapi selalu ingin belajar supaya tidak menjadi terlalu bodoh dan selalu ingin menerjang kebodohan untuk keluar dari perbudakan pembodohan.

Aku tidak suka dengan orang-orang yang membodohin diri bahkan nunjukin pembodohan. Apalagi pelaku nya yang membodohin dan nunjukin pembodohan mayoritas katanya pintar, cerdas, jenius dan bertitle, sungguh ironis.

Aku bukanlah seorang ahli ibadah dan ahli sunnah, namun aku selalu berusaha dan berusaha untuk menjadi ahli ibadah dan ahli sunnah. Jika ada yang mungkin mengatakan aku sok alim, sok nyunah, sok paling pintar, sok paling benar dan sejenisnya, biasanya yang mengatakan adalah orang munafik dan pelaku bid’ah yang iri-dengki yang melebih-lebihkan.

Aku terlahir dari keluarga islam golongan Nu, namun aku tidak ikut serta kedalam golongan tersebut, aku seorang penentang keras dalam islam golongan, terutama golongan yang paling ”MAAP” menyesatkan kan namun tiada ketara tersebut, namun ironisnya mengklaim paling benar dan paling aswaja. Mungkin maksut mereka ASLI WARISAN JAWA.

Aku bukanlah ahli bid’ah dan pelaku bid’ah tapi aku benci dengan amalan-amalan ritual bid’ah dan tradisi-tradisi yang di campurkan ke dalam agama islam yang sudah di cap sempurna oleh Allah Subhana Wataala.

Aku seorang yang keras menentang pelaku bid’ah secara terang-terang ngan di dunia nyata maupun di dunia maya, dan aku tidak suka dengan pelaku bid’ah, karena pelaku bid’ah 99% banyak yang pemahaman nya “membodohin diri dan nunjukin pembodohan”.

Aku bukan seorang munafik, namun mungkin aku tak lepas dari munafik itu, namun aku tak ingin menjadi munafik, yang aku ingin terlepas dari kemunafikan dan juga terhidar dari kemunafikan tersebut. Dan juga aku seorang yang berusaha lepas dari kemunafikan dan aku sangat membenci orang munafik bin dusta.

Aku seorang yang keras mengingkari pemahaman yang tersebar di mayoritas 99% manusia yaitu bahwa adanya agama lain selain islam, bagiku semua agama selain islam adalah agama buatan setan dari golongan manusia yang sesat yang terdahulu.

Dan aku seorang yang keras dalam mempertahan kan kebenaran yang berdalil yang tidak menyimpang dari Al-Qur’an dan hadits yang sahih dan aku sangat tidak menyukai orang yang keras kepala mempertahankan keawamannya, yaitu mempertahankan kebodohan nya, mempertahankan kebid’ahan nya dan mempertahankan keras pembodohan nya dan sejenisnya.

Aku memang egois demi mempertahankan kebenaran yang HAK, bukan kebenaran yang semu/kesesatan yang tiada kentara.

Aku mengenal agama islam secara kaffah atau keseluruhan sudah sejak lama, yaitu mulai semenjak kelas 6 Mi, namun ketika itu aku belum mempedulikan nya.

Singkat cerita pada suatu hari aku membuka-buka lemari tua yang sangat besar di ruang tengah di rumah pakde aku di kediri di jatim, ketika itu aku kelas 6 mi,  tidak sengaja aku membuka-buka lemari tua di ruang tamu, karena mencari sesuatu, tidak kuduga aku melihat ada berbagai macam-macam buku-buku bekas dalam setiap kotak atau rak lemari yang sangat besar tersebut, akhirnya aku pilih-pilih buku untuk di baca dan tidak sengaja aku temukan dalam lemari tersebut berbagai macam buku, bekasnya sudah sangat lama di simpan nya, dari sekian banyak buku yang aku sukai hanya buku yang berjudul AMALAN BIDAH YANG SERING TERJADI DI MASYARAKAT dan satu lagi berjudul BIMBINGAN PRIBADI DAN MASYARAKAT. Buku tersebut aku ambil dan aku baca diem-diem. Dan aku baca ketika tidak ada orang di rumah atau lagi pada kesawah, setiap kali setelah aku baca aku tarok lagi bukunya dilemari.

Awal aku tertarik dengan buku tersebut dan pada akhirnya aku memilihnya untuk di baca, karena aku penasaran, karena judulnya seolah-olah menantang. Kebetulan aku suka dengan hal-hal yang menantang atau berbau dengan tantangan.

Ketika itu aku diasuh oleh pakde dari sepupu ibuk aku di kediri jawa timur kurang lebih 3 tahunan, ketika aku mau pulang kerumah orang tua buku tersebut aku ambil tanpa sepengetahuannya alias nyolong namun ketika itu aku tidak ada niat nyolong karena aku lihat buku bertumpukan banyak di lemari ruangan bertumpuk-tumpuk terlihat sudah puluhan tahun, dari pada tidak di baca maka aku ambil. Mau bilang takut tidak di izinkan, karena buku itu isinya mengkritik tradisi mereka.

Namun jarak kurang lebih 17 tahunan buku tersebut baru aku kasih tahu, bahwa aku pulang ambil buku tidak bilang-bilang, namun beliau sudah mengiklaskan. Pakde aku beliau guru agama, mengajar di salah satu sekolah dasar di salah satu kecamatan/desa di kediri- jatim. Selain mengajar beliau juga seorang penceramah di kampungnya, dan pemimpin amalan bid’ah seperti tahlilan, maulidan, isroj-mirajtan,  tawasullan dan sejenisnya.

Beliau ikut golongan nu, semua saudara dari ibuk dan ayah aku dari golongan nu semua, baik yang di kalimantan timur, kalimantan barat, lampung, jawa timur, jawa tengah, sumatra selatan, semua mereka ikut golongan nu yang tradisinya kuat atau nu tulen, namun aku tidak ikut golongan nu, namun ketika itu aku masih sering ikut amalan-amalan ritual bid’ah, seperti tahlilan, memperingati maulid, isroj miraj, tawasullan dan tradisi-tradisi sejenisnya namun dengan seiringnya waktu buku tersebut aku baca berulang-ulang, akhirnya aku menemukan fitrah, dan kebetulan aku hobi mencari tau dan mencari jati diri, maka dengan seringnya waktu aku praktekkan pelajaran-pelajaran dalam buku tersebut. Dengan cara terutama mengkritik orang sekitar, saudara, orang tua dan lainnya.

Namun yang aku sayangkan ketika itu aku tidak terdidik dengan baik, bahkan aku waktu masih kecil hingga remaja hidup dalam…. silahkan di pikir sendiri, namun awas jangan berpikir negatip dulu ya.😊

Seandainya aku dulu terdidik dengan baik dari kecil hingga remaja, seperti halnya anak-anak kecil dan remaja lainnya, yaitu sekolah, mondok, kuliah dan seterusnya mungkin insyaallah aku sekarang ini mungkin sudah jadi ustadz hehe. Maap bukan sombong atau berbangga diri atau sok-sok an, (hilangkan iri dengki dalam membacanya).🙏

Tidak semudah membalikkan telapak tangan untuk menjadi seorang ustadz yang cerdas yang pengetahuannya luas dan wawasannya luas, yang hapal Alqur’an dan terjemahannya, dan hafal berbagai kitab hadits dan juga hapal berbagai kitab ulama terdahulu/kitab kuning. Tidak semudah yang kita bayangkan, namun jika jadi ustadz SU’, asal bisa mimpin amalan bid’ah seperti tahlilan, yasinan, tawasullan dan sejenisnya yang penting yang di akhiri awalan An ujungnya. Lantas di panggil ustadz, semua itu sangat gampang dan mudah. Mohon maap buat saudara-saudara yang ahli bid’ah untuk semuanya jika ikut baca dan kurang berkenan, mohon maklum saja. Memang kenyataannya demikian.🙏

Waktu sudah berlalu dan tidak bisa di putar kembali, dan mungkin itulah yang terbaik yang Allah berikan kepadaku.

Sebagaimana firman Allah yang artinya:

Bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. Al Baqarah: 216).

Semoga kita menjadi orang yang sukses dan beruntung, Aamiin ya robbal alamiiin.

Salam damai dan sukses selalu bersama: Dwiwap.com

Comment

Post populer

Sorry. No data so far.