12 Rabiul Awwal 1440 H

Mau ikut mayoritas atau minoritas.

Kategori Inspirasi
Di lihat 201 kali

Hits: 13

Mau ikut mayoritas atau minoritas.
Oleh: DWIWAP.COM

Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah). (QS. Al An’am: 116)

Dalam ayat lainnya disebutkan.
Tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (QS. Al A’raf: 187).

Malah kebanyakan orang adalah fasik.
Dan Kami tidak mendapati kebanyakan mereka memenuhi janji. Sesungguhnya Kami mendapati kebanyakan mereka orang-orang yang fasik. (QS. Al A’raf: 102)

Sejatinya yang berpegang teguh pada kebenaran islam yang kaffah hanyalah sedikit. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya: Aku melihat seorang nabi yang hanya memiliki beberapa pengikut (3 sampai 9 orang). Ada juga nabi hanya memiliki satu atau dua orang pengikut saja. Bahkan ada nabi yang tidak memiliki pengikut sama sekali. (HR. Bukhari no. 5752 dan Muslim no. 220).

Ada Nabi yang pengikutnya banyak, ada nabi yang pengikutnya sedikit. Ini menunjukkan bahwa tidak selamanya jumlah pengikut yang banyak menunjukkan atas kebenaran. Yang jadi patokan kebenaran bukanlah jumlah, namun di lihat dari pedomannya, mengikuti Al Qur’an dan hadits secara penuh atau berislam secara kaffah atau hanya setengah-setengah, siapa pun dia dan di mana pun dia berada. Penulis netral cukup muslim, tidak mengklaim salafi/bermanhaj salaf, tidak mengklaim/ikut bermazab ini-itu, tidak mengklaim ikut golongan ini-itu. Karena semua menyebabkan fanatik buta terhadap ulama ini dan itu.

Penulis hanya mengamalkan Surat An-Nisa’ Ayat 59  berikut ini yang artinya:
Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

Namun saat ini penulis belum ada pengikutnya atau ada yang sepaham penuh dengan penulis, di indonesia negeri kita tercinta ini kebanyakan pelaku bidah atau yang mengklaim adanya bidah hasanah, merekapun orang pintarnya masing-masing membuat golongan yang mereka namai ormas islam yang mereka klaim sebagai wadah, namun mau alasan apapun dalam Alqur’an di sebut golongan. Diantara golongan-golongan tersebut jumlahnya puluhan, ratusan, bahkan hingga ribuan jika di kumpulkan dari seluruh negara di dunia, di indonesia di negeri kita cintai ini juga ada golongan yang mendekati islam yang kaffah seperti: Muhamadiyah, persis, alirsyad, mta dan hti. Diantara pengikut islam golongan terbaru yang mendekati islam yang kaffah ini sudah banyak yang keluar dari golongan mereka terutama dari Alirsyad nya, menjadi bermanhaj salaf, yang awal mulanya bermazab.

Dan penulis saat ini berusaha meluruskan pemahaman mereka semua, penulis mengajak mereka semua untuk cukup mengatakan ana muslim lalu aplikasikan ajaran islam, ikuti dua pentunjuk tidak menyelisihi sedikitpun maka dengan otomatis dengan sendirinya kita mengamalkan Surat An-Nisa’ Ayat 59 di atas, tanpa harus mengklaim bermanhaj, namun bukan berarti saya mengajak meninggalkan pemahaman para salaf terdahulu.

Penulis tau para ulama terdahulu mengartikan Surat An-Nisa’ Ayat 59 dengan sebutan bermanhaj untuk mempermudah cara memahaminya, namun penulis rasa tidak harus mengatakan atau menonjolkan diri dengan mengatakan ana salafi/bermanhaj salaf. jika demikian lantas apa bedanya dengan yang mengklaim bergolong-golongan dan bermajab. Karena semua itu menyebabkan fanatik buta dantaqlid buta.

Saat ini seluruh umat islam baik itu yang bergolongan, bermanhaj, maupun yang bermazab mereka semua saling memandang sebelah mata satu sama lainnya, penulis beri contoh akibat fanatik butanya, mereka memandang sebelah mata golongan lain seperti golongan baru dalam islam yang kerap kali di pandang sebelah mata yaitu ormas Ldii, dan golongan terlama salah satunya yaitu sexte siah, mereka mayoritas muslim memvonis syiah sesat total tanpa kecuali, padahal tidak semua mereka sesat diantara mereka karena ada yang sudah terlanjur terkurung di lingkungan syiah tersebut, terlanjur hidup di negara tersebut dan sejenisnya.

comments

tags: