12 Rabiul Awwal 1440 H

Sholat harus di paksakan.

Kategori Informasi
Di lihat 226 kali

Hits: 25

Sholat harus di paksakan.
Oleh: DWIWAP.COM

Salah satu penegak agama Allah (islam) adalah menjaga shalatnya (mendirikan shalatnya), dan menutup aurat. Orang yang di nasehati dan di ingatkan untuk sholat dan tutup aurat meremehkan biasanya islam ktp. Jika dinasehati mereka mengatakan : “Shalat tidak boleh di paksa-paksa, berjilbab tidak boleh di paksa-paksa, shalat harus kemauan dari hati sendiri, percuma kalau berjilbab namun ahlaknya buruk, percuma shalat jika ahlaknya buruk, lebih baik perbaiki ahlaq dulu”, mereka mengatakan apa gunanya shalat dan apa gunanya tutup aurat jika ahlaknya buruk, yang mengatakan seperti itu menurut saya mayoritas islam ktp yang munafik.

Justru shalat harus di paksakan, berjilbab harus di paksakan apapun itu intinya yang berbau kebaikan harus di paksakan, jika tidak di pasakan yang ada males terus sampai kapan pun, namun lihat hasilnya yang mulanya di paksa atau terpaksa lambat laun suatu saat tidak akan terpaksa lagi, jika sudah terbiasa mendirikan shalat dan menjalankan kebaikan apapun jika sudah terbiasa, ketika kita meninggalkan pasti kita akan merasa bersalah dan merasa ada yang kurang dalam hidup anda.

Shalat itu mencegah perbuatan keji dan munkar), jika yang sudah benar-benar mendirikan shalat namun perbuatan keji dan munkar tidak tercegah, ya mungkin sholatnya belum teraplikasikan dengan benar. Dan bisa jadi juga shalatnya hanya sebatas ritual dan riya’. Namun alasan apapun jangan melihat yang buruknya, lihatlah banyak mana dengan yang mendirikan sholat namun bisa mencegah perbuatan keji dan munkar tersebut dengan yang mendirikan sholat mamun tidak bisa mencegah perbuatan keji dan munkar tersebut.

Analogi: Yang mengerjakan sholat saja terkadang susah menghindari perbuatan keji dan munkar apalagi yang tidak shalat? Buat yang belum tau atau yang tau tapi lupa, atau yang tau tapi pura-pura tidak tau (islam ktp), yang sudah tau nyimak saja, mari kita renungkan qs dan hadits di bawah ini:

Hadits Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata yang artinya:
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki. (HR. Al-Bukhari).

Menyangkut hadits di atas di era berkembangan jaman sekarang ini banyak wanita-wanita saat ini malah seolah-olah menantang hadits tersebut dengan cara menggunakan jilbab namun bawahannya di sengaja menggunakan celana ketat. Entah mereka tidak tau atau tidak ada yang ngasih tau atau tau namun pura-pura tidak tau. Hanya Allah dan yang bersangkutan yang tau.

Terus dimana peran ustad atau kiay? apakah ustad dan kiay tidak menasehati? Dan tidak sedikit saja jumpai anak ustad/kiay atau anak orang yang mengerti agama yang meremehkan keberadaan hadits tersebut contoh seperti anak orang yang sudah berhaji, anak guru agama , anak kiay dlln.

Terkait sholat Allah berfirman dalam beberapa ayat yang artinya sebagai berikut:

QS Al ‘Ankabuut:45:
Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

QS- Al-Ankabut ayat 45:
Artinya: Kerjakanlah sholat sesungguhnya sholat itu bisa mencegah perbuatan keji dan munkar.

QS- Al-Baqarah ayat 43:
Artinya: Dan dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat dan rukulah beserta orang-orang yang ruku’.

QS. Al-Baqarah ayat 110:
Artinya: Dan dirikanlah sholat dan tunaikanlah zakat dan apa-apa yang kamu usahakan dari kebaikan bagi dirimu, tentu kamu akan dapat pahalanya pada sisi Allah sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan.

QS. An-Nuur ayat 56;
Artinya: Dan kerjakanlah sholat, berikanlah zakat, dan taat kepada Rasul, agar supaya kalian semua diberi  rahmat.

Terkait terjemahan ayat-ayat yang penulis kutip tersebut. Ayat tersebut adalah bukti perintah wajibnya bagi muslimin/muslimat untuk mendirikan sholat terutama shalat 5 waktu. Banyak saya jumpai di masyarakat di sekitar maupun tempat lain, di tempat-tempat kerja, di pasar, mall, di pabrik dan di mana-mana banyak orang-orang yang meninggalkan sholat, dari sekian banyaknya mereka mayoitas orang yang meninggalkan sholat adalah orang yang hatinya sudah terkunci mati dari kebenaran sekalipun mereka sesama manusia baik dan ramah, sebagian ada juga karena malas, ada juga yang tidak tau tentang ilmunya/hukumnya, ada juga yang karena mungkin terpakasa meninggalkannya dan berbagai alasan lainnya.

Coba mana peran ustad/ustadazah dan kiay saat ini tidak peduli yang ngaku salafi maupun nu, muhamadiyah, mta, fpi maupun yang ngaku pengikut golongan atau ormas islam lainnya. Penulis amati kebanyakan dakwah hanya berani di tempat umum seperti di masjid, televisi, di radio, di majelis taklim dan di tempat umum lainnya, bahkan sebagian ada yang di tempat yang ada ada amplopnya sajan hehe.

Coba saya sarankan kalau memang benar ingin menjadi pewaris nabi utamakan dakwahlah ketempat yang menantang seperti di tempat-tempat kerja seperti di pabrik, kompeksi, mall, di tempat plosok-plosok kampung yang tempat mangkal perjudian, tempat mangkal psk/sejenisnya, tempat maksiat lainnya. Tapi coba terutama masuk kedesa-desa disana banyak orang awam yang belum mengenal wajibnya sholat, mungkin mengenal tapi masih ragu-ragu coba datangin dan yakinkan.

Sesungguhnya amal hamba yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah shalatnya. Apabila shalatnya baik, dia akan mendapatkan keberuntungan dan keselamatan. Apabila shalatnya rusak, dia akan menyesal dan merugi. Jika ada yang kurang dari shalat wajibnya, Allah Tabaroka wa Ta’ala mengatakan, ’Lihatlah apakah pada hamba tersebut memiliki amalan shalat sunnah?’ Maka shalat sunnah tersebut akan menyempurnakan shalat wajibnya yang kurang. Begitu juga amalan lainnya seperti itu.

Bilamana shalat seseorang itu baik maka baik pula amalnya, dan bilamana shalat seseorang itu buruk maka buruk pula amalnya. (HR. Ath-Thabarani).

Sesungguhnya pertama kali yang dihisab (ditanya dan diminta pertanggungjawaban) dari segenap amalan seorang hamba di hari kiamat kelak adalah shalatnya. Bila shalatnya baik maka beruntunglah ia dan bilamana shalatnya rusak, sungguh kerugian menimpanya. (HR. Tirmidzi).

Namun tidak sedikit penulis jumpai seorang ustad, kiay, yang di berikan Allah ilmu agama, kerendahan hati, nguasai akhlak dalam penyampaian, nguasai ilmu dalam penyampaian justru tidak sedikit penulis jumpai ustad/kiay tersebut tidak peduli dengan masyarakat atau dengan tetangga sekitar nya yang islam ktp yang meninggalkan sholat, yang belum tutup aurat dan belum mengerjakan berbagai perintah Allah dan rosulnya.

Ingat di akhirat mereka akan menuntut kita juga, mereka islam ktp akan protes, tetangga saya ustad, kiay, orang yang faham agama namun tidak sedikitpun menasehati atau berusaha mengingatkan, mereka semua akan protes di hadapan Allah Subhana Wataala. Begitupun para bos-bos, para guru, para dosen, dan para lainnya yang faham agama, tidak sedikt saya jumpai mereka membiarkan anak buahnya atau muridnya tidak menutup aurat, tidak shalat, tidak menjalankan perintah Allah lainnya.

Maka dari itu sampaikanlah kebenaran itu walaupun satu ayat, tentunya kita sampaikan sesui dengan kemampuan kita. Jika mampu menyampaikan secara langsung maka sampaikanlah secara langsung, jika tidak mampu secara langsung bisa lewat tulisan, lewat tulisan tidak mammpu bisa kita kirimi artikel seperti ceramah dari yutube, mp3, mp4, melalui watsap atau sejenisnya.

Kalau mau mencontoh penulis, penulis sejak tahun 2015 an hobi mendengar ceramah via radio dari berbagai radio dakwah di putar nonstop dan terkadang di kencengin volumenya,  terkadang pelan, jika ingin mendengar radiodakwah  kususnya untuk yang di wilayah jabotabek penulis sarankan utamakan putar radio rodja, fajri, ismail, muslim dan satu radio yang sering penulis putar penulis rahasiakan ini radio ahli bidah namun penulis banyak mengambil pelajaran dari pengasuh radio tersebut. Namun sejauh yang penulis tau tukang jahit yang hobi mendengar dakwah dari berbagai radio dakwah belum ada, karena mereka mayoritas fanatik terhadap golongan tertentu, ustad tertentu dan mazab tertentu, manhaj tertentu, ada juga mungkin sesekali dua kali dengarnya. itupun radio yang tidak ilmiah, radio yang ceramahnya nglawak, radio yang banyak nyanyiannya, iklannya, nyelenehnya dan sejenisnya.

MOHON MAAP TULISAN MASIH BANYAK YG BLEPOTAN.

comments

tags: