12 Rabiul Awwal 1440 H

Cukup muslim saja.

Kategori Kritikan
Di lihat 381 kali

Hits: 76

Cukup muslim saja.
Oleh: DWIWAP.COM

Penulis cukup Muslim. Mengikuti petunjuk Alqur’an dan Hadits yang sahih/kuat.

Sesuai dengan Firman Allah yang artinya sebagai berikut: Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taati Rasul-Nya dan Ulil Amri diantara kamu, kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Qur`an) dan Rasul (sunnahnya) jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari akhir, yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (An-Nisa: 59).

Jika pemahaman penulis sama dengan pemahaman yang pembaca sebut wahabi atau salafi atau mungkin golongan seperti Muhamadiyah, Alirsyad, Persis, Hti dan Mta. Karena pemahaman penulis sama-sama menggunakan dalil dari Alqur’an dan Hadits, bukan dalil dari katanya-katanya atau kata kebanyakan orang.

Salafi/wahabi yang pembaca maksut ini sebenernya sebutan untuk orang yang Bermanhaj salaf. Apa itu Manhaj salaf yaitu mereka yang mengamalkan ayat terjemah dari Qs An-Nisa: 59 yang saya tulis di atas. Namun bagi penulis yang cukup islam saja tetep penulis artikan “Mengikuti”, intinya namanya beragama islam pasti mengikuti, namun tidak asal mengikuti. Tapi Itiba, Karena jika asal ngikut di sebut taqlid buta, hasil dari fanatik buta.

Kenapa penulis tidak ikut dalam islam golongan, atau bermazab ini dan itu? Karena ikut golongan, menyebabkan taqlid buta dan fanatik buta yang membuat pikiran di perbudak oleh pemikiran yang tidak berkembang.

Dan mengenai “salafi” mereka memang bukan kelompok seperti halnya Nu dan lainnya, namun sebagian mereka ada yang mengklaim “ana” islam salafi yaitu mereka yang fanatik. Jadi secara tidak langsung seolah-olah kata “salafi” di buat nya kelompok/golongan. Apalagi sebagian mereka tidak mau tau dengan dakwah di luar dari ustad dari kalangannya, karena alasan di wanti-wanti oleh ustad nya hati-hati kena syubhat, akhirnya mereka sebagian mengganggap semua dakwah dari kalangan ustad Ahli bidah tidak ada yang tidak berbau bid’ah dan syubhat.

Jika anda yang bermanhaj salaf seperti itu, lantas apa bedanya dengan ahli bidah atau umat islam dari pengikut islam golongan yang taqlid buta dan fanatik buta? Coba anda renungkan sejenak. Untuk memahami apa yang penulis katakan anda harus keluar dulu dari islam golongan, keluar dari fanatik buta terhadap ulama ini dan itu, dan keluar dulu dari taqlid buta terhadap ulama ini dan itu. cukuplah anda menjadi muslim atau islam saja yang berdasarkan dua petunjuk yaitu Qur’an dan hadits yang berwahyu.

Mereka yang mengklaim Islam salafi atau mereka sebut salafi, mereka mengikuti seluruh ulama salaf atau Manhaj salaf pedomannya Alqur’an dan Hadits, penulispun sama mengikuti ulama salaf namun bedanya penulis tidak fanatik ualama ini-itu seperti mereka dan tidak menonjolkan diri atau mencirikhaskan, intinya mereka ulama terdahulu tidak menyimpang  ikuti dan jika menyimpang jangan di ikuti.

Penulis netral, penulis mencoba memahami pemahaman masing-masing setiap golongan, namun penulis tidak menelan mentah-mentah pemahaman mereka kecuali yang berdalil. Dan bedanya lagi penulis jumpai di antara mereka/sebagian dari Ustadnya yang mengklaim salafi tidak meneliti atau tidak mau tau lagi hadits yang dianggap sahih/benar tersebut benar-benar ada sumbernya dari Al-Qur’an atau tidak.

Dan rata-rata mereka juga fanatik dan sedikit taqlid seperti halnya pengikut islam golongan atau ormas islam yang condong mengamalkan katanya-katanya, namun bedanya salafi tidak nyampe ada butanya.

Mereka pengikut islam golongan atau ormas islam itu juga pedomannya dua petunjuk yang sama yaitu Qur’an dan hadits, namun kebanyakan hadits yang di gunakan hadits lemah menurut pendapat ulama terdahulu atau pendapat yang lebih kuat dari mayoritas ulama salaf dan mereka juga lebih mengutamakan apa kata manusia biasa atau katanya-katanya, ketimbang mengutamakan apa kata Allah dan rosulnya.

Mereka itu mayoritas pinter, namun pinter yang saya maksut di sini harus di garis bawahai dulu yaitu:
1. Pinter Mlintir kebatilan/kesesatan (bid’ah), menjadi kebenaran bahkan di buat seolah-olah bagian agama islam yg wajib.
2. Pinter membuat cerita dusta.
3. Pinter Nengada-ngada dan melebih-lebihkan.

Mungkin yang ada di benak mereka/pengikut islam golongan, jika seseorang itu murni pemahamannya menggunakan dua petunjuk tidak mencampur adukkan kebatilan/bidah dengan kebenaran, Mereka cap wahabi atau tidak sejalan dengan apa kata mayoritas, mereka cap wahabi.

Itulah kesalahan dari mayoritas umat islam pengikut islam golongan, terutama Nu, itu semua akibat taqlid buta dan fanatik buta yang berlebihan akhirnya hatinya susah untuk memahami atau membedakan kebenaran yang kaffah dengan yang semu. Semua pengikut Islam golongan, baik itu dari Sekte maupun yang mereka sebut ormas/wadah. Jika menyelisihi sariat islam yang sudah di tentukan oleh Allah dan Rosulnya di sebut ahli bid’ah.

Kalau pengikut islam golongan yang menyelisihi sari’at/ahli bid’ah tersebut, menyebut orang yang tidak sepaham mungkin karena beda golongan, misal golongan: Hti, Alirsyad, Persis, Mta, dan Muhamadiyah. Mereka sebut dengan sebutan wahabi juga maka mereka telah membodohin dirinya sendiri atau nunjukin pembodohan. Dan saya yang cukup muslim anti golongan, anti mazab, anti taqlid buta dan anti fanatik buta terhadap ulama ini dan itu di sebut wahabi juga? Berarti yang nyebut-nyebut wahabi tersebut juga, sangat lebih membodohin diri.

Dan juga wahabi yang di maksut oleh mayoritas ahli bid’ah yang di jadikan kambing hitam. Yaitu sejarah yang di ambil dari sejarah plintiran orang-orang ahli bid’ah terdahulu. Ntah itu buatan ahli bid’ah dari golongan sexte syah atau dari golongan yang terbaru yang mereka sebut ormas islam.

Intinya sejarah yang di buat/di tulis oleh orang-orang yang berpenyakit hati, mereka memlintir sejarah yang sebenernya, dan akhirnya sejarah hasil plintiran tersebut di kembangkan oleh sebagian pengikut islam golongan yang iri, dengki, berpenyakit hati kepada dakwah yang hak dari zaman ke zaman, dari masa ke masa, yaitu sebagian besar pengikut dari Golongan Nu. Akhirnya pengikut golongan Nu yang mudah taqlid buta dan fanatik buta terbawa arus dalam pembodohan yang nyata.

Buat semuanya ahli bid’ah, terutama dari Golongan Nu, dari pada menghidupkan bid’ah & tradisi mending menghidupkankan yang wajib & sunah. Sudah jelas dapat pahala bukan dapat dosa. Karena ada perintah dari Allah & Rosulnya. Jangan pertahankan pemahaman keras dalam pembodohan Taqlid buta & Fanatik buta. Mending keras mempertahankan kebenaran yang hak/yang berdalil/yang ada perintah dari Allah dan Rosul nya. Dari pada keras mempertahankan dalam pembodohan, kebidahan, ketaqlid butaan, kefanatik butaan dan dalam kebenaran  yang semu dan palsu.

Beragama islam itu mudah, namun jangan di permudah, beragama islam itu tidak sulit, maka janganlah di persulit. Ada perintah dan larangan dari Rabbnya laksanakan. Ada contoh dari rosul kerjakan, jika tidak ada jangan di buat-buat. Gampangkan. Tidak sesulit yang di lakukan oleh mayoritas umat islam saat ini.

Maap cuma ngingetin.👏

comments

tags: