12 Jumadil Awwal 1440 H

Salafi dan pengikut islam golongan.

Kategori Kritikan
Di lihat 151 kali

Hits: 32

Salafi dan pengikut islam golongan.
Penulis: DWIWAP.COM

Dengan seiringnya waktu berjalan penulis amati makin banyak orang-orang mendapat/mau menerima hidayah Allah untuk kembali  ke islam yang kaffah. Orang-orang pengikut ormas islam/islam golongan terbaru yang dengki, kebanyakan menyebut mereka wahabi/salafi yang mudah mengkafir-kafirkan, membid’ah-bid’ahkan dan menyesat-nyesatkan. Penulis rasa mereka ahli bid’ah terlalu berlebihan atau melebih-lebihkan. karena mereka ahli bid’ah tersinggung karena tujuan melegalkan bid’ah atau amaliahnya yang menyimpang dari 2 pentunjuk Qur’an dan Hadits di luruskan atau di kritik.

Penulis amati sebenarnya tidak seorangpun ustad dari manhaj salaf di rodja maupun di radio atau tv sunnah lainnya yang mengatakan seperti yang di tuduhkan oleh mayoritas pengikut ormas islam. Mereka hanya mengada-ngada dan sebagian hanya ikut-ikutan dan sebagian tervropokasi oleh artikel-artikel di media yang isinya berita plintiran yang di buat oleh sebagian ustad dan orang-orang yang dengki dengan dakwah sunnah.

Alhamdllh penulis turut bersyukur berkat atas seijin Allah melalui dakwah radio rodja dan tv rodja dan radio/ tv sunnah lainnya, Akhirnya makin banyak orang-orang yang mengenal islam yang murni. Cuma yang penulis sayangkan mereka banyak yang fanatik dan tidak mau tau dengan dakwah si A si B dan si C dan seterusnya. Mereka pengikut manhaj salaf atau salafi mengklaim ahli bid’ah itu fanatik, penulis setuju memang kenyataannya memang semua ahli bid’ah pengikut ormas islam itu memang mayoritas fanatik bahkan tidak sedikit mereka itu hampir semua fanatik buta. Fanatik golongan, fanatik mazab dan merasa bangga dengan kelompoknya masing-masing.

Tetapi yang tidak penulis habis pikir ternyata penulis amati mereka pengikut manhaj salaf atau salafi juga banyak yang terjebak fanatisme sendiri, sebagian mereka merasa pemahaman yang di dakwahkan oleh ustad dari kalangan pengikut ormas salah semua, yang saya tau mereka condong hanya mau mendengar ceramah dari kalangan ustad yang di fens atau di ikuti di majlis ta’limnya saja. Begitu juga dengan unat islam dari pengikut ormas nya juga mereka mayoritas rata-rata lebih taqlid buta sama kiay yang mereka tahu atau mereka sukai saja. Lantas jika demikian apa bedanya yang ngaku bermanhaj salaf dengan pengikut islam golongan yang semua mayoritas fanatik buta.

Fanatik di pengikut manhaj salaf, yang banyak saya jumpai mereka mengatakan “kita kan sudah benar ngapain dengarin yang lain” itulah fanatik dari mayoritas pengikut manhaj salaf.

Sebuah pengalaman pribadi. Setiap hari saya dengar/ hobi dengar dakwah via radio dan semua radio dakwah saya dengarin tak pandang yang ceramah itu dari kalangan ustad pengikut ormas atau ustad-ustad dari ahli bid’ah, maupun ustad dari pengikut manhaj dari rodja semua penulis dengarin. Bahkan ceramah dari agama plintiran dari kristen, khatolik dan hindu, budha pun penulis dengarin. Dan di dalam sebuah radio dakwah pasti ada lantunan ayat-ayat Alqur’an ples terjemahannya. menurutku sangat sejuk didengar. Dan stiap hari saya dengar dengan gonta ganti gelombang kadang radio dakwah ahli bid’ah dan kadang radio rodja atau sunnah.

Pada suatu hari ada tetangga dari kalangan ahli bid’ah nanya dan sering bener nanya ke saya : Singkat cerita beliau nanya emang tidak bosen mas denger seperti itu terus, lama-lama bosen tau dengernya, penulis senyum dan sambil jait ngebut karena posisi penulis lagi jahit, tapi dalam hati agak mengganjal dikit, tapi tidak penulis tanggapin soalnya lagi serius jaitnya. Tapi dalam hati penulis dengar ibadah/nyimak dapat pahal kok bosen. Bukankah mendengar dakwah dan mendengar lantunan ayat-ayat alqur’an kita juga dapat pahala?

Dan pada suatu hari juga ada tetangga yang pengikut manhaj salaf ketika penulis lagi dengar radio ahli bid’ah, beliau bilang: Mas jangan dengerin radio begitu tidak bagus hati-hati kena syubhat, dan saya sering dapat teguran seperti itu.

Dan penulis jawab pak kalau mendengar dakwah jangan hanya Dari A ,B dan C  karena itu menyebabkan taqlid dan fanatik dan kalau dengarin ceramah atau nyimak  jangan cuma sehari atau dua hari atau sekali dua kali tapi simakkah setiap hari ntah itu dakwah dari manapun sumbernya dan dengar dakwah jangan pandang bulu atau membeda-bedakan antara ustad A, B Dan C dan seterusnya biar tidak fanatik buta dan juga biar gak taqlik buta .

Di semua yang di sampaikan oleh ust A, B Dan C di sana ada ilmunya, mengenai cara dalam memahami tergantung dengan dirin kitanya sendiri. Kita di beri akal untuk menilai dan memahami mana yang baik yang berdasarkan dua petunjuk yaitu Qur’an dan Hadits, ijma para sahabat yang sanad dan matannya lebih kuat, dengan yang tidak berdasarkan dua petunjuk yaitu dari katanya- katanya, dari kebanyakan orang atau mayoritas orang. Kita harus bisa memahami dengan akal yang jernih bukan dengan akal plintiran.

Dan juga pada suatu hari saya berkunjung kesuatu majelis ta’lim/tempat pengajian sekumpulan ahli bid’ah yang mengkaji sebuah kitab gundul atau kitab kuning ntah itu kitab karya ulama siapa saya kurang merhatikan, mereka ustad para ahli bid’ah di situ sangat menyarankan penulis mengikuti pengkajiannya karena kebetulan ustad-ustadnya ada yang sama dengan penulis asal kediri jatim.

Dan singkat cerita ngobrol-ngobrol ngalor, ngidul, ngetan, ngulon dan panjang lebar…mereka nanya pernah ikut pengajian dan enulis jawab sering pak, cuma lebih sering dengarin lewat radio, tv, yutube, mp3, mp4 dlln. Karena mau datang langsung tidak bisa karena terikat dengan kerjaan. Dan singkat cerita eh ujung-ujungnya mereka jelek-jelekin dan ngrendahin ustad yang ada di tv dan radio. Mereka bilang jangan dengar dakwah di radio maupun  tv maupun media lain. “Gak bener”, Apalagi yang di siarin di tv/radio rodja dan tv sunah lainnya mereka bilang dakwahnya bukan karena Alloh tapi karena uang dan masih banyak lagi mereka bilang. Penulis mendengarnya telinga nyampe gimana gitu, tapi penulis cuma senyum terpaksa aja dan merendahkan diri sambil bilang iya-iya, karena mau menyanggah keadaan waktu itu Belum memungkinkan.

Buat temen fb wabilkhusus para pencinta setia bid’ah. Perbanyaklah menggali ilmu dan mencari tau ilmu yang jelas. Yaitu ilmu yang bermanfaat, jangan memandang dari mana sumber ilmu itu kita dapat, darimanapun ilmu itu terimalah namun pandai-pandailah mencerna dan memahami mana yang baik dan mana yang buruk dan mana yang berdasarkan Qur’an dan Hadits dengan yang mana yang tidak berdasarkan Qur’an dan Hadist atau berdasarkan katanya-katanya/kata-kata dari kebanyakan orang.

langkah untuk biar tidak jadi orang yang taqlik buta maupun fanatik buta agar biar menjadi orang yang berwawasan luas,  untuk mendapatkan semua itu tidak harus dari sekolah tinggi dan mondok bertahun-tahun. Sekolah tinggi dan mondok bertahun-tahun tidak menjamin bagi penulis, bahwa seseorang itu berwawasan luas dan berpengetahuan luas tentang agama maupun pengetahuan lainnya, (maap bukan berarti penulis mengingkari yang sekolah tinggi dan mondok puluhan tahun). Yang sudah sekolah tinggi dan mondok puluhan tahun jika mau di tambah dengan menggali ilmu sendiri di luar yang di ajarkan gurunya insyaallah akan makin bertambah wawasan dan pengrtahuannya.

Biar tidak taqlik buta dan fanatik buta, caranya  cukuplah menjadi muslim untuk islam yang satu yang sesuai Dengan 2 pentujuk. Jangan ikut kelompok, golongan ( ormas islam). Dan biasakan hobi membaca/perbanyaklah membaca buku-buku yang bermanfaat dan jelas sumbernya dan penerbitnya, namun sebenernya buku apa aja silahkan di baca tidak apa-apa ntah itu buku plintiran ahli bid’ah maupun bukan, tapi ingat kita harus bisa dan pandai-pandai menilai mana yang baik dengan yang tidak. Dan hobiin mendengar tausiah-tausiah atau dakwah-dakwah pengkajian dari manapun ntah itu lewat media maupun bukan, ntah itu lewat mp3 ataupun dari mp4 intinya simak semua yang berbau islami ntah itu debat antar ormas. Ntah itu debat antar sekte, ntah itu debat antar agama silahkan di simak semua, biar tau oh yang itu gini dan yang ini gitu dsbt. ( dengan cara ini suatu saat anda akan menemukan kebenaran yang sebenarnya).

kalau Mendengar ceramah atau dakwah jangan hanya sekali atau dua kali tapi simaklah terus usahain ketika kita mau nonton atau dengar radio atau tv ketika di tengah kesibukan apalagi di waktu senggang utamain dengar dan tonton yang bermanfaat, jangan utamain sinetron, bola dan sejenisnya..
Dan kalau dengar ceramah jangan hanya ust/kiay yang di fens saja, karena itu membuat kita taqlik buta tapi dengarlah semua karena dakwah tidak semua bisa di jadikan tolak ukur kebenarannya begitupun ormas, kelompok semua itu tidak bisa di jadikan tolak ukur, yang bisa di jadikan tolak ukur kebenarannya hanyalah Alqur’an dan hadits yang sahih.

Mohon maap  jika kata-kata penulis jika mungkin ada yang menyinggung pengikut manhaj Salaf (salafi) dan juga mugkin sangat menyinggung ahli bid’ahnya atau mungkin kritikan penulis terlalu pedas atau mungkin penulis orang paling berani menentang tradisi-tradisi, sekali lagi spenulis mohon maaap penulis hanya menyampaikan dan mengingatkan dan selebihnya terserah masing-masing, intinya sampaikanlah yang benar itu benar dan yang salah itu salah.

Wallohu A’lam.

comments

tags: