20 Ramadhan 1440 H

Pertanyaan pembodohan.

Kategori Kritikan
Di lihat 312 kali

12 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Oleh: Dwiwap.com

Pertanyaan salah seorang komentar:

Jika kita tidak bermadzhab, apakah tata cara ibadah kita sempurna?
Bagaimana kita bisa membaca Al Qur’an jika tidak bermadzhab? Sedangkan ilmu tazwid bermula Dari para imam madzhab. Bagaimana kita faham akan shalat 5 waktu?Bagaimana mungkin anda tahu Dan bisa membaca Al Qur’an jika tidak memakai ilmu tazwid dari imam madzhab???
Apakah anda akan faham belajar aqidah, tata cara, etika, adab dalam beragama Islam tanpa imam madzhab?
Aturan ibadah anda yg sekarang anda gunakan dalam keseharian Dan sholat anda dapat darimana selain dapat mempelajari dari imam madzhab? Bisa anda jelaskan ilmu yg anda dapat untuk tata cara shalat Rasulullah???

Jawab:
Untuk menjawab pertanyaan diatas. Saya ingin balik bertanya.
Siapa yang menciptakan bermazab-mazab atau bertaqlid buta/berfanatik buta?
Ulama-ulama yang anda jadikan mazab tidak pernah nyuruh bermazab-mazab/bertaqlid buta?
Lantas bermazab, bertaqlid, bergolongan semua itu karya/ide siapa?
Siapayang memerintah kan anda?

Al-Qur’an sebagai wahyu yang diturunkan Allah sekaligus merupakan pemecah persoalan-persoalan kemanusiaan di berbagai segi kehidupan, baik yang berkaitan dengan masalah kejiwaan, jasmani, sosial, ekonomi maupun politik, dengan pemecahan yang peuh bijaksana, karena ia diturunkan oleh yang maha bijaksana lagi maha terpuji. Dalam Al-Qur’an banyak ayat yang mengajak kita berpikir. Maka gunakanlah akal dan juga hati dalam berfikir dan menilai, kerana selain mata dikepala kita juga diberikan hati untuk melihat dan berfikir.

Banyak firman Allah dalam Al-Qur’an untuk mengajak kita berpikir diantaranya yang artinya adalah:
Bacalah dengan (menyebut) nama Rabbmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Rabbmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran qolam (pena). Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. (QS. Al’Alaq: 1-5).

Dan Allah juga berfirman yang artinya:
Al-Qur’an untuk menjadi petunjuk dan peringatan bagi orang-orang yang berfikir.”Al-Quran Surah Ghafir: 54) .

Selain kita di suruh berpikir untuk mentadaburi Al-Qur’an, Allah juga mememerintahkan kita dalam beragama itu mengikuti Rosullulloh, para sahabat, tabiin dan tabiut-tabiin.

Sebagaimana firmannya dalam Surat An-Nisa’ Ayat 59 yang artinya:

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

Pertanyaan diatas jika di tinjau dari Qs An-nisa 59, sangat bertabrakan, Sedangkan Allah saja memerintahkan mengikuti ulama. Sementara pertanyaannya, bertanya tau tata cara sholat, ibadah dan sejenisnya tau dari mana. Nah inilah yang saya maksut pembodohan.

Dan dalam Qs Al-alaq ayat 1-5 Allah memerintahkan kita kembali ke fitrah, mencari jati diri atau mencari tau yaitu iqro’= bacalah.
Dan dalam ayat lain Allah menyuruh berpikir melalui Al-Qur’an.
Dan dalam Qs An-nisa 59, Allah memerintahkan kita untuk mengikuti Ulama. Tentunya ulama yang tidak menyimpang dari sariat islam. Karena tidak mungkin Alloh nyuruh ngikutin ulama yang menyimpang dari syariat Islam.

Cukup sampai disini dulu lain waktu dan kesempatan saya jelaskan lebih detail. Untuk sementara baca tulisan dalam link ini: https://dwiwap.com/kritis-dalil-tentang-bermajab-dan-bertaqlid/

Comment

0Shares
tags:

Populer post