12 Rabiul Awwal 1440 H

Orang sedih tidak butuh nasihat.

Kategori Motivasi
Di lihat 533 kali

Hits: 74

Orang sedih tidak butuh nasihat.
Oleh: DWIWAP.COM

Orang yang terkena musibah, atau lagi bersedih, atau mungkin depresi, atau sejenisnya mereka tidak butuh nasihat atau di ceramahi,  yang mereka butuhkan adalah di bantu, di mengerti, di dengarkan, di beri support atau di beri semangat dan di doakan dengan tulus.

Mungkin banyak orang bisa berkata yang sabar mas, iklasin saja mas, saya turut berduka cita mas, dan sejenisnya, mereka semua bisa bilang seperti itu, namun mereka tidak akan pernah merasakan betapa sedihnya orang-orang yang terkena musibah itu, “semua ini tidak bisa di pungkiri” kecuali mereka pernah mengalaminya dengan musibah yang sama, keadaan yang sama dan dalam posisi yang serba sama.

Orang kaya atau orang punya banyak harta dengan orang pas-pas atau miskin, jika kehilangan harta atau barang berharga lainnya akan memiliki kesedihan yang berbeda, orang kaya banyak harta jika kehilangan harta atau barang berharga akan kelihatan biasa-biasa saja, mereka sebagian mengatakan udah saya iklasin, mungkim bukan rejeki saya, anggap saja sedekah dan sejenisnya. Karena mereka orang punya banyak suku cadang harta, hilang bisa beli lagi tapi orang pas-pasan atau miskin sungguh sangat terasa kesedihan itu, karena mereka tidak punya suku cadang harta.

Namun SUBHANALLAH di antara orang-orang miskin tersebut juga ada diantara mereka yang memiliki jiwa seperti halnya orang kaya bahkan lebih sabar, dan iklas dari orang kaya tersebut. Semoga selalu istiqomah dalam kesabaran bagi mereka orang-orang yang terkena musibah, seperti musibah kehilangan orang yang mereka cintai, barang/harta yang mereka cintai dan sejenisnya. Semoga Allah ganti mereka lebih besar dari yang hilang dengan gantian yang berlipat ganda baik itu harta ataupun yang lainnya. Aamiin..

Penulis mudah peka atau merasakan kesedihan terhadap orang-orang yang terkena musibah, bahkan hewan yang sedang sedih atau kelaparan pun penulis bisa merasakan. Namun terkadang apalah daya ingin membantu namun tak bisa, hanya mampu membantu melalui doa dan pikiran.

Buat yang terkena musibah apapun musibah yang anda hadapin , penulis bisa merasakan kesedihan kalian, karena penulispun pernah mengalami berbagai macam musibah, hingga depresi dan penulis hampir tidak mampu melewati musibah itu tapi penulis selalu berusaha dan berusaha untuk melewatinya.

Buat saudara-saudari yang terkena musibah siapapun, dimanapun anda berada jangan khawatir semua itu hanyalah ujian, berusaha dan selalu berusahalah untuk menerimanya ketetapan dari Allah, berusaha bersabarlah. Yakinlah bahwa semua itu hanyalah ujian, semua itu akan berlalu, semua itu akan berakhir, semua itu untuk menaikkan derajatmu di sisi-NYA jika anda bisa melewati dengan baik, Allah punya rencana lain yang terbaik untuk diri anda atau kluarga anda di balik musibah yang menimpa anda dan kluarga anda. Yakinlah bahwa Allah tidak akan menguji hambanya di luar kemampuan hambanya.

Allah berfirman yang artinya:
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. (QS. Al-Baqarah ayat 286).

Berusahalah selalu untuk melewatinya dengan sebaik-baiknya. Sampai datang lagi waktu yang terbaik yang di tetapkan oleh Allah Subhana Wataala untu anda. Ingatlah janji bahwa janji Allah itu benar, semua itu sudah di tetapkan oleh Allah dalam masing-masing hambanya, baik itu rezeki, maut, jodoh maupun yang lainnya.

Orang-orang yang meremehkan orang yang terkena musibah karena mereka belum pernah terkena musibah atau mungkin belum pernah di uji dengan musibah yang sama, atau boleh jadi mereka pernah di uji dengan musibah/hal yang sama namun mereka masih punya harta lebih, punya uang lebih dan lainnya yang serba lebih. Atau masih punya jalan menuju lainnya..

Buat anda yang ingin memberi nasihat kepada siapun saran penulis alangkah baiknya memberi nasihat itu jangan melukai yang di beri nasihat. Bagi pemberi nasihat haruslah berpikir cerdas sebelum menasehati, nasihat itu untuk memberi semangat bukan untuk membuat patah semangat. Jangan sesekali menyepelekan, menyudutkan, memojokkan dan sejenisnya kepada orang yang anda nasehati.

Bagaimana andai yang anda nasehati tersebut orang yang miskin iman, saya yakin nasihat anda tersebut malah akan membuat patah semangat gara-gara anda nasehatin namun bernada mensepelekan, mensudutkan, memojokkan dan sejenisnya. Apa jadinya nanti, jika nasihat anda malah membuatnya putus asa, apa tidak malah membuatnya bunuh diri sekalian? Ingat orang yang terkena musibah itu lagi bersedih, lagi berduka mereka tidak butuh ocehan anda. Yang mereka butuhkan perhatian anda dan bantuan anda. Jika tidak bisa memberi nasihat yang baik atau yang bisa menyemangatkan orang yang terkena musibah lebih baik diam. Cukup katakan kepada mereka, semua yang kita punya titipan Allah maka akan kembali ke Allah. Ucapkan kepada mereka Inalillahi wainailaihi rojiun.

Semua orang siapapun tanpa kecuali, semua orang bisa menasehati orang yang terkena musibah, termasuk penulispun pernah menasehati orang yang lagi sedih atau dapat musibah, tapi penulis tidak yakin anda semua yang menasehati bisa menjalanin apa yang di nasehatkan anda ke orang lain tersebut, andai kata yang menasehati tersebut ada dalam seperti posisi yang di nasehati. Teori itu mudah, prateknya yang susah.

Makanya penulis bilang dalam tulisan di awal atau di judul, orang sedih tidak butuh nasihat, karena mengakibatkan tambah pusing dan tambah beban, penulis yakin pembaca memahaminya. Suatu saat saudara-saudari semua akan merasakannya semua yang namanya musibah, betapa sedihnya terkena musibah itu. Tapi mudah-han anda semua selalu di uji dengan kesenangan, kemewahan, kekayaan dan kebahagiaan yang terus menerus bukan dengan penderitaan, kemiskinan, kegundahan yang terus menerus Dlln.

Bersyukurlah untuk anda yang di uji dengan kesenengan, kemewahan, kekayaan yang berlimpah, kebahagian terus menerus dan sejenisnya, tapi ingat semuai itu juga akan di hisap dan di mintai pertanggungjawaban juga oleh Allah, dan bersabarlah dan selalu berusaha bersabarlah bagi anda yang di uji dengan penderitaan terus menerus. Allah punya ke hendak lain di balik semua itu.

Penulis yakin suatu saat anda dan kita semua baik yang meremehkan musibah maupun yang tidak kita semua akan merasakan pahitnya yang namanya terkena musibah. Semua orang bisa menasehati sekalipun itu orang munafik, orang pendusta, orang islam ktp dan sejenisnya, ntah itu nasehatnya berdasarkan untuk nenyinggung, atau untuk memojokkan, atau untuk nenjatuhkan, atau untuk nenjudge dan untuk sejenisnya, namun spenulis tidak yakin kepada semua orang yang menasehatkan sekalipun tentang kebaikan tersebut sang penasehat bisa menjalankan apa yang di nasehat kan ke orang tersebut andai dalam posisi yang sama. (Hanya 100 banding satu yang bisa melakukannya).

Orang pusing yang terkena musibah memang tidak butuh nasihat sekalipun itu tujuannya baik apalagi yang tujuannya untuk menyudutkan atau sejenisnya. Lebih baik diam, tidak usah pura-pura nasehati, jika hanya membuat nambah terbebani orang yang terkena musibah tersebut, karena rata-rata orang yang kena musibah atau sedih itu bisa memahami mana orang yang tulus memberi nasihat dengan yang dusta nasihatnya atau tau mana orang yang suka dengan yang tidak suka. Mereka orang yang sedih atau kena musibah mereka tau mana nasihat jahil dengan mana yang nasihat beneran. Dan mereka tau orang yang tidak suka pura-pura suka, dan pura-pura ngasih nasihat, tapi tujuannya hanyalah untuk melampiaskan egonya.

Orang sedih di nasehati hanya akan menambah beban dan pikiran. Mereka bukan tidak mau di nasehati tapi yang meraka butuhkan lebih condong untuk di mengerti, di pahami, di bantu, di beri support atau di beri semangat dan di do’akan dengan tulus.

Memberi nasihat itu yang baik jangan sampai malah melukai yang di nasehati, seperti malah menyudutkan bahkan menyinggung. seolah-olah yang di nasehati itu gak ngerti hukum agama. Intinya nasehat itu yang memotivasi bukan menyudutkan. Dan Intinya jika mau memberi nasihat itu yang baik jaga kata-kata, etika dan akhlak, jangan menyinggung atau melukai yang di nasehati atau menambah beban mereka atau menyudutkan atau seolah-olah memojokkan. Nasihat yang baik itu yang mensupport, menginfirasi dan memotivasi. Bukan menjudge, bukan menjatuhkan, bukan memojokkan dan bukan menyudutkan. Semoga bermanfaat dan bisa di ambil segi positipnya. Aamiin

MAAP TULISANNYA BLEPOTAN DAN DALAM MENGATUR KATA-KATANYA MAKLUM YANG NULIS CUMA TAMATAN MI.🙏

comments