12 Sya'ban 1440 H

Opini dan ide membaca.

Kategori Kritikan
Di lihat 237 kali

Hits: 66

Oleh: DWIWAP.COM

Alhamdulilah sekarang saya lihat banyak orang yang belajar menggali ilmu melalui membaca, memang dasarnya ilmu itu bukan hanya kita dapat dari guru yang langsung bertatap muka. Tapi ilmu itu bisa kita dapat darimanapun sumbernya selengkapnya Klik Disini, seperti yang penulis lakukan sejak kelas 6 Mi.

Dan inisiatif membaca saat ini dipopulerkan oleh seorang remaja putri disaat di tengah-tengah banyak remaja dan dewasa dan bahkan tua ini yang meremehkan ilmu pengetahuan melalui membaca. Mereka kebanyakan orang mengharuskan belajar hanya melalui guru.

Ada seorang siswi yang katanya hobi membaca atau punya inisiatif membaca juga yaitu saudari afi nihaya namun sayang beliau insiatifnya hanya condong tujuannya untuk melegalkan bidah/kesesatan dan membela non muslim. Bukan untuk membela agama Allah yang sesuai dengan 2 petunjuk. Yaitu Qur’an dan Hadits yang sahih.

Cerita dikit, bukan berbangga diri, tidak ada yang di banggakan di diri saya. Ketika penulis masih kecil dulu penulis punya cita-cita ingin menjadi guru agama/dosen. Karena saat itu penulis senang sekali dengan pelajaran agama dan sering mengkritik orang tua, tetangga, saudara, guru dan kiay atas tradisi-tradisi yang menyimpang dari sariat islam, seperti membawa sesajen kesawah, ke makam bawa bunga, menggantung makanan di depan pintu, menarok kopi di ruangan pojok dan masih banyak lagi.

Namun sayang beribu sayang penulis tidak bisa mewujudkan cita-cita, karena ada problem hidup yang begitu rumit saat itu yang tidak bisa di ceritakan disini. Yang membuat penulis mengakhiri sekolah pada saat itu kelas satu catur wulan satu di MtsN puncu di kediri. Tapi mudah-mudahan insyaallah suatu saat nanti ada titisan penulis ntah itu anak, cucu atau cicit yang akan meneruskan dan mewujudkan cita-cita penulis. Aamiin.

Tapi walaupun cita-cita penulis tidak kesampaian. Penulis tidak mau kalah atau menyerah dengan mereka yang sekolah tinggi dan mondok puluhan tahun, yang bisa menjadi ustadz, guru, maupun dosen maupun yang bertitle lainnya. Dalam segi wawasan dan pengetahuan ilmu agama maupun lainnya penulis akan berusaha mengimbangi mereka walaupun penulis tidak bisa menyampekan lewat ucapan langsung seperti mereka tapi seenggak-enggakya ngerti buat diri sendiri dan anda semua juga bisa melakukannya jika anda hobi membaca atau hobi menggali ilmu. Namun jarang sekali dewasa ini yang seperti itu, makanya ada seorang remaja putri yang mraktekin langsung gempar pada kaget dan pada salut semua.

Jika di liat dari kemampuannya remaja seumuran beliau memang bisa di bilang cerdas dan pintar. Di tambah lagi mau belajar menggali ilmu di luar mata pelajarannya yang di ajarkan di sekolah sudah pasti akan makin pintar dan cerdas dan saat ini terkenal mendadak di sosial media maupun di media massa dan media lainnya. Kenapa beliau bisa terkenal mendadak. Karena semua itu ulah media. Tanpa berita di besar-besarkan media mustahil bisa terkenal mendadak kecuali atas kehendak Allah subhana wataala.

Tapi memang sudah wajar beliau terkenal mendadak dan banyak pendukungnya. Memang pada kenyataaan di jaman yang sudah kebalik ini yang benar disalahkan dan yang salah di benarkan, tapi ingat penulis tidak yakin andai si afi itu berjalan atau membela agama Allah yang hak atau sesuai dengan 2 petunjuk, tidak menjamin bisa banyak fens dan banyak pendukungnya seperti saat ini. Beliau banyak fens dan pendukungnya karena membela kesesatan atau tujuan melegalkan bidah dan membela non muslim. Dan seiringnya waktu di jaman ke jaman akan semakin dikit yang membela kebenaran yang hak, itu memang sudah terbukti, yang benar di asingkan dan yang sebaliknya malah banyak didukung.

Ibarat Kata : !
Kalau kita sendirian di kampung, menjalankan Islam, akan merasa seperti orang yang terasing.
Kalau kita berjenggot di kantoran atau disebuah desa atau dimana, juga terasing.
Kalau kita bercelana cingkrang di sekitar masyarakat yg mengutamakan amaliah bid’ah, juga terasing.
Kalau di antara wanita ada yang menutup aurat sempurna bahkan sampai mengenakan cadar, juga kian terasing.

Bahkan berakhlak jujur, ingin mengikuti ajaran sesuai tuntunan Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahkan ingin menjauhi kemusrikan, sama halnya kian terasing. Itulah keterasingan islam yang hak saat ini. Namun tidak perlu khawatir, berbanggalah menjadi orang yang asing karena membela agama Allah  ygan hak selama berada dalam kebenaran. Thuba lil ghurobaa. Penganut Islam yang Terasing di Tengah Umatnya yang Banyak

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
Islam datang dalam keadaan yang asing, akan kembali pula dalam keadaan asing. Sungguh beruntungnlah orang yang asing (HR. Muslim no. 145).

Sudah wajarlah seorang anak remaja yang cerdas punya sebuah insiatip. Apalagi seorang itu pelajar atau mahasiswa. Yang harus dianehi itu jika tidak pernah mengeyam pendidikin lalu punya insiatip seperti itu.
Seorang remaja pelajar atau mahasiswa atau siapalah jika dia mau belajar menggali ilmu di luar pelajaran yang di ajari gurunya tidak mustahil seorang itu akan makin pinter dan cerdas. Begitu dengan si afi beliau salah satu anak remaja yang cerdas selain beliau pelajar beliau juga belajar menggali ilmu melalui membaca sejak sd katanya. Jadi sudah pasti akan nambah pinter. Jadi tidak ada yang aneh. Bukan penulis iri ya hehe nanti gagal faham para pembaca.

Apalagi afi itu wanita remaja abg. Wanita remaja abg, apalagi ramah dan pintar sudah gitu terlalu jual murah dengan mengumbar poto di sosmed sudah jelas pasti yang ngepen banyak. Mau posting apa saja pasti banyak yang like, apalagi posting yang positip tentang pembelaan/melegalkan bid’ah dan membela orang kafir, (dengan mengatakan semua agama baik). Sudah pasti banyak yang memuji-muji tulisannya atau insiatipnya di semua postingannya. Dan itu dilakukan di saat banyak remaja yang terlena yang jarang seperti itu, kebanyakan remaja kalau buat postingan di Fb paling pol tentang cerita keluh kesah dan poto-poto selvi dan sejenisnya.

Tapi menurut penilaiain penulis tidak semua tulisan yang di tulis di Akun fb nya itu murni hasil pemikiran dia semua. Hanya 70% yang hasil pemikirannya anda semua boleh di kelabui dengan media dan anda juga boleh keheran-heranen tapi penulis tidak, penulis biasa-biasa aja. Dan menurut penulis sebagian pemikiran-pemikiran insiatif afi nihaya adalah mayoritas pemikirnya korban orientalis yahudi dan nasrani. Tujuannya tidak lain untuk melegalkan bidah/kesesatan dan membela progam orentalis.

Seminggu lalu penulis mencoba mengkritisi salah satu postingan belia di fb namun beliau malah blokir. Seharusnya orang pintar dan cerdas itu tetap mau menerima kritikan/sanggahan dan masukan apa saja dari orang lain ntah itu yang positif maupun negatif. Kecuali negatipnya kelewatan sang penyanggah tak segan-segan mengeluarkan kata-kata kotor dan kata-kata keji menurut penulis boleh-boleh saja diblokir, tapi selagi sanggahannya itu logis dan masuk akal dan tidak lepas dari dalil dari 2 petunjuk berarti yang blokir bukan orang jenius dan cerdas mereka hanya pintar mlintir karena mereka seolah-olah memaksa keyakinannya supaya orang lain menerima pemahamannya. La masih mending jika keyakinan dan pemahamannya sesuai dengan islam yang kaffah.

Namun jarak 5 harian setelah pemblokiran. Penulis sempet menonton acara beliau yang di wawancarai di kompas tv beliau mengatakan. Dia akan menerima semua kritikan dan saran dalam bentuk apapun, selagi kritikannya itu mau di ajak berpikir bersama maka akan ditrimanya. Dan jika tidak maka dia ambil keputusan untuk memblokir. Lah pantesan akun penulis di blokir. Gimana penulis mau mengikuti la pemikirannya untuk membela orang kafir dan melegalkan bidah atau kesesatan.

Dan penulis liat semua yang sepakat dengan insiatif beliau adalah mayoritas pengikut ormas yang paling mengklaim aswaja, ( Assunah Waljamaah ), namun sejatinya bukan aswaja tapi paling menyimpang dari aswaja sendiri bukankah aswaja/assunnah waljamah itu = yang benar-benar mengikuti Qur’an dan Hadits atau mengikuti jejak Nabi, para sahabat Nabi dan tabiin-tabiut dan generasi setelahnya?.

Dan sebagian yang ngepen adalah non muslim karena keyakinannya mereka di akui selayaknya agama. Mereka umat islam yang mengatakan semua agama baik berarti tidak jauh bedanya dengan non muslim.
Jika semua agama baik. Sudah pasti agama tersebut mengajak menyembah Allah, mengajak mentauhidkan Allah, tidak mempersekutukannya.

Semua Nabi sejak awal Manusia di ciptakan yaitu Nabi Adam As agamanya adalah islam. Semua Nabi dan Rosul mengajak menyembah Allah Subhana Wataala. Orang yang mengatakan selain islam itu agama karena mereka taqlid buta atau mengikuti tanpa mau berpikir luas. Padahal mereka banyak yang tau, mereka juga berpedoman dengan qur’an dan quran sendiri mengatakan pedoman bagi orang yang mau berfikir. Tetapi mengapa tidak banyak orang yg mau berfikir?. Teradapat banyak Ayat-ayat di dalam Al quran yang menyeru kita semua umat muslim, untuk berfikir. Salah satunya yaitu : Qur’an untuk menjadi petunjuk dan peringatan bagi orang-orang yang berfikir. (QS Ghafir: 54).

Dan masih banyak lagi ayat Qur’an yang memerintahkan kita untuk berfikir secara luas. Maka gunakanlah akal dan juga hati dalam berfikir dan menilai, kerana selain mata dikepala kita juga diberikan hati untuk melihat, meraba dan merasakan. Namun sebelum kita mampu untuk melihat dengan hati, perlu kita bersihkan dulu hati kita daripada segala kekotoran.

Kristen , katolik, hindu, budha dan konghucu dan masih banyak lagi itu semua bukan agama tapi sebuah kepercayaan dan keyakinan orang islam yang musrik dan murtad yang terdahulu yang di taqlid-i banyak orang. Contoh kristen itu plintiran paulus. Dan pada akhirnya orang yang taqlid buta nenganggapnya sebagai agama dari turun temurun, hingga sekarang. Jika progam-progam keyakinan orang kafir atau non muslim di bela, malah kita yang muslim mengatakan keyakinan dan kepercayaan mereka adalah baik dan kita malah mendukung bahwa keyakinan mereka adalah bagian dari agama sudah pasti umat islam akan makin di injak- injak dan di bodohi.

Tanpa membantu mereka saja umat muslim/ islam sudah banyak yang terjebak progam- progam mereka. Contoh kecil wanita-wanita muslim pakaiannya sudah mayoritas mengikuti atau mengadopsi gaya orang kafir atau non muslim bahkan sudah melebihi non muslim namun jarang sekali orang yang mengetahui dan menyadari saat ini, sedikit contoh seperti menggunakan jilbab namun jilbab minim ada punuk ontanya, baju ketat menunjukan lekuk tubuh dan menggunakan celana levis ketat. Menggunakan celana saja itu sudah tidak boleh karena meniru kaum kelaki apalagi malah di perketat untuk nunjukin aurat untuk meniru gaya orang kafir. Maap penulis bukan munafik. Silahkan anda fikir sendiri jika anda benar-benar muslim yg berpegang teguh dengan 2 petunjuk. (ini bukan bicara masalah munafik atau tidaknya).

Program orang kafir tanpa di dukung sudah berhasil progam mereka, apalagi di dukung. Dengan anda mengatakan semua agama baik mereka akan makin bangga dengan keyakinan agamanya yang mereka klaim sebagai agama, seolah-olah itu agama Allah. Dan memang benar dalam qur’an harus mengatakan kepada orang kafir Lana a’maaluna walakum a’maalukum artinya (bagi kami amalan kami, dan bagi kamu amalan kamu). Namun ayat tersebut buat berdakwah. Jika kita sudah mendakwai namun mereka non muslim tetep ngeyel maka katakan Qs itu kepada nya, bukan belum-belum sudah nyodorin ayat tersebut.

Wallohu alm.

Comment

0Shares
tags:

Populer post