12 Sya'ban 1440 H

Nulis untuk di bukuin.

Kategori Kritikan
Di lihat 389 kali

Hits: 173

Oke: Dwiwap.com

Tidak semua tulisan, saya publikasikan di website ini, sebagian besar saya tulis di blogspot yang saya privasi pribadi. Karena untuk catatan pribadi, namun Insyaallah jika di kehendaki Allah, ngin saya tulis di buku.

Yang saya publikasikan di website ini hanya sebagian tulisan yang sudah terlanjur keposting, dan condong berkaitan dengan kritikan yang keras dan mungkin oleh pembaca cap sombong/terkesan sombong. Namun sebenarnya itu bukan sombong, sebagian yang mengecap sombong karena gagal faham dalam memahami nya. Tapi semua itu karena pengaturan kata-katanya saja yang kurang tepat dan condong fulgar/blak-blakan.

Dan saya mohon maaf buat para pembaca tulisan-tulisan saya, jika tidak sedikit yang kurang berkenan, dan tulisan memang saya akui jauh dari kata ilmiah, mungkin dalam pengaturan kata-katanya saya akui masih acak-acakan. Untuk para ustadz-ustadz yang cerdas yang bergerak di bidang dakwah tauhid dan sunnah silahkan di kembangkan, di uraikan dalam penyampaian nya biar lebih detail atau di modifikasi lagi untuk bahan tausiyah/ceramah. Namun tulisan rata-rata masih belepotan, buat orang bertitle yang cerdas, seperti ustadz/ustadzah yang cerdas, dosen-dosen yang cerdas, dan yang berpendidikan tinggi yang cerdas lainnya ”mohon maklum saja”.

Mungkin sesekali nulis di  publikasikan. Namun jika ada waktu santai/senggang penulis utamakan nulis untuk tidak di publikasikan. Yaitu menulis tentang motivasi dan inspirasi islam. Semua itu sebagian penulis ambil dari kisah perjalanan liku-liku penulis yang di modifikasi dan termotivasi dari membaca beberapa buku maupun termotivasi dari beberapa ustadz yang ceramahnya menyentuh qolbu dan sebagian nya hasil modifikasi dan refensi.

Dan untuk sementara yang berkaitan dengan motivasi dan inspirasi penulis hanya bisa mengingat kan dengan beberapa kata yang semoga bisa memotivasi dan menginspirasi pembaca. Aamiin..

Yaitu buat yang sedang di timpa ujian: kesusahan, kesedihan dan berbagai macam musibah yang tidak mengenakan, bersabarlah. Percayalah di balik semua itu Allah sedang memiliki rencana yang lebih baik untuk anda, yang tidak anda ketahui atau sangka-sangka dan sadari, berprasangka lah yang baik kepada Allah, karena Allah sesuai prasangka hambanya. Jika anda sudah berdoa, sudah berusaha namun hasil tidak sesuai dengan yang anda inginkan kan. Tetap bersabarlah dan tetap berprasangka lah yang baik kepada Allah, mungkin itu yang terbaik untuk anda yang di berikan Allah kepada anda. Dan bisa jadi pula do’a anda di ijabahnya di tunda dan bisa jadi juga Allah mengujimu supaya lebih bersabar dan lebih mendekatkan kepada-NYA. Dan bisa jadi pula Allah sudah menijabah do’a anda namun Allah tidak memberikan sesuai keinginan anda, karena mungkin  permintaan  yang anda minta tidak baik untuk anda,  bisa jadi Allah  sudah meng-ijabah do’a anda dengan yang lebih anda butuhkan atau lebih bermanfaat untuk anda. Namun semua itu tidak anda sadari. Dari itu sekali lagi saya hanya bisa mengingat kan kepada anda yang sedang di timpa ujian. Terus bersabarlah jangan putus asa dari rahmat Allah.

Dan yang kedua saya sedang menulis tentang melawan arus balik faham mayoritas, nantinya judul akan di buat “melawan arus balik faham mayoritas yang taqlid buta dan fanatik buta”. Buku ini nantinya akan berisi fatwa-fatwa saya dan kritikan-kritikan yang bertujuan untuk memurnikan islam dan menghidupkan sunnah dan mematikan bid’ah. Namun dalam pemahaman yang saya gunakan ini condong menggunakan hasil ijtihad saya, namun bukan berarti saya mengingkari para salaf terdahulu, saya tetep memegang teguh faham mereka yang tidak menyelisihi syariat islam sesuai firman Allah dalam Qs An-nisa 59.

Namun saya tidak janji untuk nulis di buku-in, karena manusia boleh bercita-cita namun semua itu yang menentukan Allah, saya sebagai hambanya yang banyak kekurangan dan kelemahan hanya bisa berusaha.

Saya sekilnya menjahit, sedangkan menulis itu hanya nyolong waktu yaitu sisa-sisa waktu untuk keluarga, kerja, belajar Seperti membaca Alquran, membaca buku, dengar kajian dan sejenisnya. Jadi waktu yang tersisa hanya Seperti ketika mau tidur/ketika waktu lagi senggang. Penulis hanya bisa mengucapkan Insyaallah.

Dan seandainya suatu saat nanti tulisan saya tidak di terima oleh penerbit karena condong melawan arus faham, baik faham islam golongan maupun yang mereka sebut salafi, mungkin tulisan akan saya jadikan dokumen pribadi. Namun yang berkaitan dengan motivasi dan inspirasi islam semoga di terimanya. Aamiin..

Wah belum-belum sudah rame dulu😊, seharusnya di rahasiakan jika ada niat membuat karya, tapi tidak apalah hitung-hitung biar di cap seperti orang pintar😂. Maap pembaca bercanda aku bukan orang pintar ataupun cerdas, silahkan baca propil saya dalam blog ini, itu ungkapan saya yang sebenarnya.

Orang cerdas dan pinter itu seperti yang rosululloh sabdakan yang artinya: Orang mukmin yang paling utama adalah orang yang paling baik akhlaknya. Orang yang cerdas adalah orang yang paling banyak mengingat kematian dan paling baik dalam mempersiapkan bekal untuk menghadapi kehidupan setelah kematian. Mereka adalah orang-orang yang berakal. (HR. Ibnu Majah)

Lanjut mengapa tulisan sebagian besar tidak di publikasikan di website karena buat kejutan ketika sudah di bukuin nanti, tentunya setelah tulisan dalam penyaringan berulang-ulang terlebih dahulu, karena tulisan rata-rata setelah dibaca ulang dan di teliti kembali rata-rata banyak yang dalam pengaturan kata-katanya yang kurang tepat dan masih banyak yang blepotan hehe, jadi malu nih. Ya mohon maklum saja, tulisan seseorang yang hanya tamatan mi kelas 6 yang berusaha menyamai S2 bahkan S3 hehe maap bukan sombong atau ngesok atau sejenisnya.

Semoga saja suatu saat ntah 5 tahun lagi atau 10 tahun lagi atau tidak nyampe segitu lamanya Allah mengabulkan, tapi biasanya yang keinginan di sertai ambisi itu tidak berhasil. Namun insyaallah saya tidak terlalu ambisi, tapi hanya seseorang yang hanya berusaha membuktikan bahwa pendidikan memang mayoritas bisa di jadikan tolok ukur namun ada juga yang tidak sedikit yang juga tidak bisa di jadikan tolok ukur.

Sudah pasti seorang yang berpendidikan tinggi setingkat S2 bisa di jadikan tolok ukur keilmuan, wawasannya dan pengetahuannya namun ada pula yang tidak bisa di jadikan tolok ukur tidak sedikit saya jumpai masih maap- pah-poh, begitupun lulusan hanya setingkat Mi jika di liat dengan kenyataannya memang tidak bisa di jadikan tolok ukur. Makanya saya ingin membuktikan bahwa tidak semua yang tidak berpendidikan tidak bisa di jadikan tolok ukur, muter-muter ya, biar pusing yang baca hehe.

Saya akui dan jujur memang memang hobi menggali berbagai ilmu pengetahuan, melalui membaca buku, internet dan mendengar ceramah dari berbagai ustadz antar kelompok/golongan sudah sejak lama, baik itu dari antar radio dakwah, yutube, mp3, mp4 dan sejenisnya, namun penulis jujur belum bisa/belum mampu dengan penuh mengaplikasikan dan mengamalkannya, karena masih terhalangi oleh ego, namun suatu saat nanti pasti bisa mengamalkan dan mengaplikasikan dengan penuh. Tidak ada niat baik yang tidak bisa/tidak mungkin.

Comment

0Shares
tags:

Populer post