12 Rabiul Awwal 1440 H

Hits: 483

Nasihat imam syafii yang penulis luruskan.
Oleh: DWIWAP.COM

Nasihat imam syafi’ii ilmu tidak akan diperoleh kecuali dengan enam perkara yaitu :
1. kecerdasan
2. semangat
3. sungguh-sungguh
4. berkecukupan
5. bersahabat (belajar) dengan ustadz
6. membutuhkan waktu yang lama.

Yang harus di luruskan: berkecukupun. Kalau tidak berkecukupan bisa belajar sendiri, dijaman era yang sudah serba canggih ini Allah makin mempermudah manusia untuk mencari ilmu pengetahuan dan wawasan, semiskin-miskinnya orang di jaman sekarang, tidak mungkin tidak punya hp atau tidak punya uang untuk beli buku, banyak jalan untuk elajar menuntut ilmu. Jadi jika tidak berkecukupan bisa belajar sendiri entah itu melalui membaca buku, membaca melalui internet/web, mengikuti kajian-kajian dari berbagai ustad di  jejaring sosial dan sejenisnya.

Dan sebelum membaca yang penulis maksut diatas, utamakan hobiin membaca terutama membaca Alqur’an yang ada terjemahannya, Asbabun nuzulnya dan maknanya, baru setelah itu menuju membaca buku-buku hadits, fiqih, tafsir dari berbagai riwayat,  membaca buku-buku keagamaan dari berbagai ulama yang sudah di terjemahkan dari berbagai pemahaman dan membaca buku-buku pengetahuan lainnya, dan hobiin juga mendengarkan tausiah- tausiah atau ceramah-ceramah dari berbagai ustad dari berbagai islam golongan atau ormas islam maupun kelompok biar tidak fanatik buta dan taqlid buta. Dan hobiin juga mendengar dakwah agama perbandingan. Seperti Islam vs Kristen, islam vs hindu dan seterusnya. 
Biar pengetahuan dan wawasan bertambah dan luas.

Jangan seperti kebanyakan umat islam/mayoritas orang mendengar dakwah/ceramah hanya di saat tertentu, seperti ketika ada acara maulid, sedang ada kajian,  dan sejenisnya itupun yang di dengar ceramah ustad yang ngelawak, mereka jika yang ceramah tidak ngelawak mereka tidak tertarik, ustad yang dakwahnya tegas, ilmiah, berdasarkan dalil malah mereka tidak suka. Mereka cap pemecah belah umat, mereka cap mengkafir-kafirkan, mereka cap menyesat-nyesatkan, mereka cap membidah-bidahkan dan sejenisnya, inilah pembodohan mayoritas umat islam terutama pengikut golongan islam terbanyak. Siapa golongan tersebut, tentunya anda yang lebih tau. Dan pengikut islam yang saat ini menjadi minoritaspun hampir terjebak kedalam hal yang sama, yaitu sebagian besar sama dengan pengikut islam golongan tidak mau mendengarkan ceramah atau opini di luar ustadz yang sepaham  dengan mereka. Ternyata yang minoritaspun yang saat ini di sebut salafi pun sebagian terjebak dengan hal yang sama dengsn umat Islam dari pengikut golongan, mereka tidak mau mendengar ceramah di luar yang sepaham dengan ustadnya dengan alasan kita kan sudah benar ngapain dengar yang lain dan ada yang memegang teguh perkataan ustadnya dengan alasan takut terkena syubhat. Manusia di beri akal akal untuk memilah-memilih antara yang hak dengan yang bathil, begitu pun dalam setiap ceramah di setiap ustad ahli bidah tidak semua yang mereka sampaikan berbau syubhat dan bid’ah tentunya kita mendengar kan ceramah baik dari ustad A, B, C dan seterusnya di cerna, dan di saring dahulu.

Dan mendengar dakwah tidak harus di pengajian majelis ta’lim yang anda datangin saja. Tapi Jika tidak Bisa datang langsung ke majelis ta’lim karena sesuatu hal atau uzur maka anda bisa dengarkan dakwah itu melalui  Mp3, Mp4, Dari berbagai Radio dakwah, Tv dakwah, dan Yutube. Dan perlu anda ketahui, bagi anda yang punya banyak waktu dan di berikan harta lebih, sudah pasti anda tidak terikat oleh kerjaan, anda bisa mengikuti pengajian di majelis ta’lim langsung. Namun anda jangan hanya fokus belajar di majelis yang anda ikuti saja atau yang di ajarkan oleh kiay anda saja, silahkan belajar atau menggali ilmu pengetahuan juga di luar yang di ajarkan oleh kiay anda juga. Jika anda menutup diri, mencukupkan belajar hanya kepadab ust/kiay di majlis taklim, tidak punya rasa ingin tau pengetahuan yang di luar yang ajarkan guru/ust anda. Maka wawasan dan pengetahuan anda tidak akan berkembang yang ada anda akan di buat taqlid buta dan fanatik buta. Akhirnya anda beragama hanya akan berprinsip yang penting mengikuti apa kata kiay anda gak peduli pemahaman guru/kiay anda menyelisihi sariat islam atau tidak yang penting ngikut atau anda tidak tau pengetahuan yang lainnya selain dari ustad yang saudara dan saudari ikuti. Karena setiap ust memiliki kelebihan dan kecerdasan yang berbeda-beda dan menghasilkan pengetahuan yang berbeda-beda intinya selama tidak menyimpang dari sariat islam kita patut ambil ilmunya.

Seorang guru dengan murid, murid harus lebih cerdas dari gurunya, kenapa? Karena pada umumnya guru/kiay ngandalin taqlid buta, namun murid bisa mencerna dan menyaring lagi pemahaman sang kiay atau guru tersebut, dan semua itu tidak akan anda dapati selama anda ngandalin taqlid buta dan fanatik buta, tidak hobi menggali ilmu dari berbagai sumber, tidak mau menerjang dan melawan arus balik pemahaman yang menyimpang, tidak mau mencari jati diri dan tidak mau berusaha mencari dan mengejar hidayah Allah. Maka selama itu anda akan di perbudak Bid’ah/kesesatan yang tiada ketara, atau selama itu anda akan di perbudak pembodohan, kefanatik butaan dan ketaqlid butaan.

Ilmu pengetahuan agama tidak harus di dapat dari ustad yang anda ikuti di majlis ta’lim maupun dari tempat anda mondok atau dari ustad yang di taqlid-i dan anda fens saja, tapi ilmu agama itu bisa di dapat dari berbagai golongan islam dari sumber manapun itu. Tapi Intinya kita harus bisa dan pandai-pandai mencerna dan menyaring dengan akal jernih bukan dengan akal plintiran untuk menilai mana yang tidak baik dengan yang benar (HAK).

Jangan seperti kebanyakan orang bilang gini :
Belajar tanpa Guru bisa tersesat, belajar Qur’an tanpa guru bisa nyasar, belajar sendiri gurunya setan, belajar sendiri gurunya google, nah ini kata-kata yang sering di ucapkan oleh  mayoritas pengikut islam golongon tertuma yang saat ini jadi mayoritas. Semua itu akibat dengki, fanatik buta, taqlid buta dan sejenisnya. Alias orang-orang yang sedang membodohin diri/nunjukin pembodohan dan orang-orang munafik alias maling teriak maling.

Kebanyakan atau mayoritas orang hanya pasrah dengan pengetahuannya yang di dapat dari gurunya saja. Tidak mau mencoba dan berusaha menggali ilmu di luar yang di ajari gurunya. Itulah yang membuat taqlid buta dan fanatik buta dan wawasan tidak berkembang. Walaupun tidak bisa menyampekan di publik atas pengetahuan yang kita dapat setidaknya kita mengetahui dalam hati atau walaupun tidak bisa mengungkapkan lewat ucapan secara terang-terangan setidaknya kita tau oh yang ini begini, oh yang ini begitu dan seterusnya.


Banyak saya jumpai Ust yang taqlid buta. Dalam ceramahnya ustad tersebut mengatakan belajar Qur’an sendiri bisa tersesat dan nyasar akhirnya makin membuat banyak orang-orang putus asa akhirnya Qur’annya hanya buat pajangan untuk hiasan di sekitar ruangan rumahnya, baca Qur’an jadi malas, paling pol baca qur’an baca surath yasin yang di kususkan di setiap malam jum’at dan quran hanya di jadikan untuk di hafal. Tanpa di takut-takuti untuk belajar sendiri saja masyarakat sudah banyak yang takut belajar sendiri, Apalagi malah di tambahi di takut-takuti. Padahal Alqur’an itu gudang mencari ilmu.


Intinya belajar itu bisa dari mana saja dan ilmu itu bisa kita dapat dari manapun saja mengenai dalam memahami itu tergantung kepada diri kita/anda masing-masing kita di beri akal dan di beri pedoman Alquran, dengan akal kita bisa mencerna dan memahaminya. Yang baik dengan yang tidak baik, dan yang benar/hak dengan yang tidak. Namun jangan sampai akal mengakalin qur’an namun jadikan akal tercerdas anda untu memahami dan memilah-memilih antara yang hak dengan yang batil/sesat.


Dan Yang saya maksut “kita harus pandai mencerna mana yang baik dan mana yang benar”.

Yaitu : misal jika kiay atau ustad atau da’i tersebut mengajak atau mendakwahkan untuk mengajak kebid’ahan atau kebatilan jangan kita ikuti tapi kita jadikan untuk menambah wawasan kita dan untuk di jadikan untuk mempertajam dalam memilih mana yang baik dengan mana yang tidak. Contoh lagi misal ustad anda mengajak anda fanati atau memandang sebelah mata bahwa diantara dari pengetahuan ustad ahli bidah itu berbau syubhat semua maka jangan di ikuti. Dan masih banyak lagi contoh lainnya.

Kalau yang di ikuti/disimak/di dengarkan hanya satu kiay atau kiay yang di fens atau kiay/ustad tertentu akibatnya kaya seperti kebanyakan orang di masyarakat dan di sebagian kaum muslim pengikut ormas islam atau pengikut islam golongan terutama golongan yang saat ini kebanyakan mereka 99% taqlid buta dan fanatik buta semua. Dan sebagian yang ngaku Salafi juga fanatik buta.


Insiatip tulisan ini memang kelihatannya hanya sepele mungkin pengaturan dalam kata-kata nya kurang pas, namun sebenarnya manfaatnya sangat besar, silahkan di kembangkan lagi untuk di jadikan Motivasi dan Inspirasi. Tentunya untuk anda yang berprinsip netral.

comments

tags: