12 Jumadil Awwal 1440 H

Mukadimah

Hits: 28

Allah berfirman dalam qs An-Nisa’ Ayat 59 yang artinya:

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

Katakan ana muslim bukan ana bermanhaj salaf/salafi, muhamadiyah, nu, mta, persis, hti, fpi dan sebagainya. Setelah anda mengatakan ana muslim , lalu aplikasikan ajaran islam secara kaffah, dan ikuti dua pentunjuk tidak menyelisihi sedikitpun maka dengan otomatis dengan sendirinya mengamalkan qs An-Nisa’ Ayat 59 di atas, tanpa harus mengklaim bermanhaj, bermazab atau ikuti ulama ini-itu, namun bukan berarti penulis mengajak meninggalkan pemahaman para salaf terdahulu.

Penulis tau para ulama terdahulu mengartikan Surat An-Nisa’ Ayat 59 dengan sebutan bermanhaj untuk mempermudah cara memahaminya, namun penulis rasa tidak harus mengatakan atau menonjolkan diri dengan mengatakan ana salafi/bermanhaj salaf. jika demikian lantas apa bedanya dengan yang mengklaim bergolong-golongan dan bermajab. Karena semua itu menyebabkan fanatik buta dan taqlid buta.

Penulis rasa tiidaklah harus menonjolkan diri/membuat ciri khas seperti pengikut islam golongan yang mengatakan bermazab ini dan itu, ikuti ulama ini dan itu dan sejenisnya. LABEL yang paling benar kita sandang adalah MUSLIM. karena Allah menyebut kita seperti itu, bukan nama-nama yang dibuat oleh manusia dengan maksud/dalih menghormati atau mengagungkan ulama tertentu… tidak kurang dari 17 ayat dalam berbagai surat Allah Swt menyebut kita muslim.

Bersama Dwiwap yang bermotivasi dan tujuan untuk betul-betul menegakkan kalimat Allah, keadilan, memperjuangan kebenaran islam yang berdasarkan Qur’an dan Hadits yang bersumber dari Alqur’an dan menyambung merajut tali persaudaraan diantara kita. Tidak melihat kelompok, golongan, sekte, mazhab, manhaj. Kita berjuang untuk tanah air kita bangsa kita saudara kita tanpa kefanatikan.

Sesama manusia kita walaupun berbeda pemahaman mereka mempunyai hak yang sama. Demikian pula diantara sesama orang yang beriman kita saling mencinta, bekerja sama, menunjukkan dihadapan umat beginilah islam yang sebenarnya. dan beginilah umat islam yang dijadikan sebagai sebaik baiknya umat yang dikeluarkan bagi umat manusia.

Mudah2an kita bersama seluruh Manusia, seluruh anak bangsa kita ini, Allah satukan hati kita rapatkan barisan kita, dan dapat membuat kita saling menghargai dalam perbedaan pendapat selagi sejalan dengan dua petunjuk Alquran dan hadits dalam prinsip yang sama, Tuhan yang sama, nabi yang sama, kitab yang sama, keimanan yang sama. Dan biarkanlah Allah Subhana Wataala yang membalas amal setiap orang. Dan bukan berarti kita membiarkan mereka mengamalkan amalan yang tidak di contohkan oleh Rosull  Saw dan tidak di perintahkan oleh Allah Subhana wataala. Tugas kita sesama muslim menyampekan dan menasehati. Selebihnya pilihan di tangan mereka.

Dan semoga Setiap ucapan kita yang baik berharap mudah-mudahan ucapan kita yang baik bisa mengisi kekosongan jiwa saudara-saudara kita kaum muslimin dengan yang bermanfaat yang menyatukan hati, membangun kekuatan kita, bergandengan tangan dijalan Allah.

Dan dalam setiap menghadapi perbedaan hendaklah jika ada perbedaan di kembalikan ke Al qur’an dan hadits. Bukan di kembalikan ke pendapat manusia dan menjadikan buku/kitab mereka seolah-olah tandingan kitab Alqur’an.

Kami Admin (Dwiwap) siap menerima perbedaan selagi sejalan dengan Qur’an dan Hadits yang bersumber dari Alqur’an, tidak menyelisihi sedikitpun dan juga para Temen di Dwiwap semuanya semoga demikian juga. kita bisa berbeda dengan pendapat tapi tolong jangan menggunakan kata kata kasar, mencerca, mencaci, melebih-lebihkan, mengada-ada, Membodohin diri, nunjukin pembodohan dan membuat cerita dusta. Karena semua itu hanya akan membuat jurang pemisah diantara kaum muslimin semakin luas dan semakin lebar. (Jika ada perbedaan kembalikan ke Qur’an dan Hadits), jangan di kembalikan ke apa kata dari kebanyakan/mayoritas orang, biar cepet selesai.

Semoga semua diseluruh Sahabat Dwiwap di dunia maya/pun di dunia nyata di manapun berada, juga betul betul memanfaatkan media ini sebaik baiknya, karena kalau kita mengajak pada kebaikan pahalanya amat besar, kalau tidak maka ini merupakan bencana besar dihari kemudian nanti. Apa lagi umur kita singkat dan pendek dalam kehidupan dunia.

Mudah2an Allah memberkahi pertemuan kita, membimbing kita agar berjalan dalam keridhoannya. Mengampuni kesalahan kesalahan kita. Kalau ada kebenaran itu dari Allah kalau salah kembali kepada saya dan kembali kepada syeitan.

Mudah-mudahan Allah membimbing kita untuk senantiasa melihat kesalahan kita kekurangan kita, dan menyebarkan rahmat dan kebaikan untuk kaum muslimin hingga akhir hayat dan Allah menutup hidup kita dalam Khusnul khotimah dan izinkan kita berkumpul bersama kekasih hati kita Nabi besar Muhammad Sallahu Alaihi Wasalam. para keluarganya para sahabatnya yang amat kita cintai demikian pula kaum mu’minin dan mu’minat….

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadualla ilahailla anta astagfiruka wa’atubu ilaik.

comments