12 Jumadil Awwal 1440 H

Mengenal islam yang kaffah.

Kategori Informasi
Di lihat 200 kali

Hits: 40

Penulis mengenal agama islam secara kaffah sejak tahun 1997/1999 an ketika itu kelas 6 Mi. Seingat penulis tahun 2000 penulis baru masuk Mts, dan kelas 1 catur 1 menginjak catur wulan ke-2 penulis keluar karena keadaan terpaksa, karena ketika itu penulis punya permasalahan/problem hidup yang sangat rumit, (Maap rahasia). Sungguh sangat di sayangkan padahal penulis ketika itu bercita-cita ingin sekolah hingga tinggi, ketika itu penulis punya cita-cita jadi guru agama, karena ketika kecil penulis hanya menyukai pelajaran tentang agama. Penulis hobi menulis dari buku yang di pijamkan guru, di salin ke buku biasa. Wah jadi lebay nih hehe.

Penulis mengenal islam yang kaffah melalui membaca buku yang berjudul AMALAN BIDAH YANG SERING TERJADI Dan satu lagi berjudul BIMBINGAN PRIBADI DAN MASYARAKAT. buku tersebut penulis ambil dari lemari koleksi buku pakde dari sepupu ibuk penulis dan penulis baca diem-diem, ketika itu penulis diasuh oleh pakde dari sepupu ibuk penulis di pare kediri jawa timur kurang lebih 3 tahunan, ketika penulis mau pulang kerumah oraang tua buku tersebut penulis ambil tanpa sepengetahuannya alias nyolong namun ketika itu penulis tidak ada niat nyolong karena penulis liat buku bertumpukan banyak di lemari ruangan bertumpuk-tumpuk terliat sudah puluhan tahun, dari pada tidak di baca maka penulis ambil.

Namun jarak kurang lebih 17 tahunan baru penulis kasih tau ke anak pakde penulis bahwa penulis pulang ambil buku tidak bilang-bilang, namun anak pakde penulis tersebut sudah mengiklaskan beliau bilang iya tidak apa-apa. Pakde penulis beliau guru agama, mengajar di salah satu sekolah dasar di pare-kediri- jatim. Selain mengajar beliau juga seorang penceramah di kampungnya, dan pemimpin amalan bid’ah seperti tahlilan, maulidan dan sejenisnya.

Pakde penulis ikut golongan nu, semua saudara dari ibuk dan ayah penulis dari golongan nu semua, namun penulis tidak ikut golongan nu, namun ketika itu penulis masih sering ikut amalan-amalan ritual bid’ah, seperti tahlilan, memperingati kematian dan tradisi-tradisi sejenisnya namun dengan seiringnya waktu buku tersebut penulis baca berulang-ulang, akhirnya penulis menemukan fitrah, dan seringnya waktu penulis praktekkan dengan cara terutama mengkritik orang sekitar, saudara, orang tua dan lainnya. Bersambung.😊

comments

tags: