12 Jumadil Awwal 1440 H

Hits: 68

Mayoritas 99% manusia taqlid buta semua.
Oleh: DWIWAP.COM

Mayoritas 99% seluruh manusia itu taqlid buta, baik itu yang muslim apalagi yang non muslim/kafir. Baik itu yang berpendidikan tinggi yang bertitle seperti drs, fropesor, dosen, ustad dan sejenisnya rata-rata mereka semua taqlid buta. Mereka semua rata-rata termakan katanya-katanya.

Tidak ada yang berani menentang terang-terangan kecuali penulis. Mereka semua pasrah dan taqlid buta mengakui bahwa agama kesesatan buatan manusia: hindu, budha, kristen, khatolik dan konghucu dan sejenisnya itu seolah-olah agama Allah. Apa penyebab itu semua?.

Pastikan yang membela orang kafir/non muslim adalah mayoritas dari islam ktp dan ahli bidah dari kalangan pengikut ormas islam terutama nu. Setelah penulis amati ternyata pengikut golongan nu dengan non muslim tersebut kepercayaannya dan prinsipnya 11-12 dengan mereka. Jadi wajar yang membela non muslim di indonesia rata-rata dari kalangan ahli bidah dari golongan nu.

Dan ironisnya syah yang jelas-jelas islam dan bersyahadat malah di kambing hitamkan buat bahan celaan, di pandang sebelah mata, di perangi, di sudutkan dan sejenisnya. Tak nyadar mereka pemahamannya mengadopsi dari paham syiah. Padahal mereka hanya dapet dari kebohongan dan katanya-katanya dari si A dan Si B dan seterusnya.

Ironisnya yang muslim (syiah) di benci di perangi tapi yang orang kafir non muslim di bela itulah yang terjadi pada saat ini di seluruh ormas islam. Dan yang tergetol membela non muslim adalah nu, dan yang benci syiah setelah salafi adalah sebagian besar pengikut islam golongan terutama nu, tidak sadar bahwa mayoritas pemahaman mereka itu mengadopsi dari paham syiah dan tidak sedikit orang-orang syiah menyusup di ormas-ormas mereka yang tidak mereka sadari. Inilah akibat efek fanatisme dan taqlid buta yang over dosis.

Yang menyampaikan kebenaran di cap pemecah belah, tapi yang jelas-jelas pemecah belah seperti mereka yang mengklaim ngikuti ulama ini dan itu, bermazab ulama ini dan itu, pendiri golongan dalam islam dan sejenisnya malah di cap sebagai pemersatu umat. Inilah maap pembodohan yang saat ini terjadi, ini semua ulah orang-orang yang berpendidikan tinggi baik itu drs, frofesor, dosen, ustad, kiay dan sejenisnya.

Sedangkan yang menunjukkan yang hak malah di cap sebagai pemecah belah umat. Oke jika begitu penlis akui penulis adalah seorang pemecah belah umat. Namun kata pemecah belah di sini harus di garis bawahi dulu yaitu pemecah “memecahkan antara hak dengan yang batil/antara yang benar dengan yang sesat” seperti bidah supaya tidak di campur baurkan seperti saat ini yang seperti di amalkan oleh kalangan orang-orang pengikut ormas islam terutama nu. Dan agama yang di anut non muslim bukan agama dari Allah namun agama plintiran iblis yang berkedok manusia yang pada akhirnya ti taqlid-i banyak manusia.

Ironisnya yang taqlid buta atau menyebarkan fanatik buta dan taqlid buta bukan orang-orang awam tapi orang-orang yang berpendidikan tinggi setingkat S1, S2, S3 dan yang bertitle lainnya. Pada akhirnya yang awam di jeblosin ngikut saja…

Wallohu alm.

comments