19 Zulhijjah 1440 H

112 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini


Oleh: Dwiwap.com

Sangat memprihatinkan….!! dulu dan sekarang tidak sedikit penulis jumpai orang-orang muslim di sekitar dan di sekeliling, maupun di tempat lain, tidak sedikit di antara mereka penulis jumpai tidak mempedulikan lagi bahwa yang di lakukan itu baik atau tidak untuk diriinya.

Contoh tidak sedikit penulis jumpai:
=> Makan sesuatu dengan tangan kiri. Tidak uzur, sehat seluruh anggota tubuhnya.
=> Makan tangan kotor langsung main caruk saja, tidak cuci tangan dulu.
=> Kukunya panjang-panjang makan main caruk saja tidak menggunakan sendok, dan tidak merasa risih, jijik dan bersalah sedikit pun.
=> Dan masih banyak contoh lainnya.

Tidak sedikit penulis mempergokin hal demikian, tidak peduli itu dari kalangan orang terpelajar maupun tidak, dari yang awam nyampe yang tidak awam, bahkan pernah penulis jumpai juga itu dari orang-orang yang alim seperti ustadz atau kiay dan sejenisnya.

Ketika penulis menjumpai hal seperti itu, ketika penulis sedang makan terkadang nyampe tidak selera makan lagi dan mendadak kenyang. Dan penulis sedikit agak menggelengkan kepala melihat kelakuan mereka, terutama kepada yang kukunya panjang ada hitam-hitamnya di dalam kukunya, lalu makan tanpa menggunakan sendok, tanpa cuci tangan. Padahal pendidikan mereka rata-rata tinggi.

=> Timbul pertanyaan dalam hati.?
Orang sekolah tinggi kuliah dan mondok bertahun-tahun di kemanakan ilmunya.?

Dan  dalam hati juga berkata ternyata dalam hal sepelepun tidak semua orang yang sekolah tinggi, bisa di jadikan tolok ukur akan pengetahuannya  dan wawasannya. Maap bukan sombong/mengingkari yang berpendidikan tinggi. 

Sekolah tinggi ternyata tidak bisa di jadikan tolak ukur. Walaupun pada kenyataannya memang sekolah tinggi bisa di jadikan tolak ukur akan keilmuan pegetahuan dan wawasannya. Namun bagi penulis tidak.

Kalau SD atau mungkin awam, masih sedikit ma’lum berbuat jorok seperti itu. Namun kalau pelakunya orang yang berpendidikan tinggi. Tidak ada maklum. Yang ada sungguh ironis dan kebangetan.

Padahal telah jelas bahwa tangan kotor itu awal dari penyakit dan kuku panjang salah satu tempat atau yang di sukai setan apalagi tidak membaca do’a ketika mau makan dan makan menggunakan tangan kiri itu juga perilaku setan, karena setan makan pakai tangan kiri.

Sebagaimana sabdanya yang artinya: Jika seseorang dari kalian makan maka makanlah dengan tangan kanannya dan jika minum maka minumlah dengan tangan kanannya. Karena setan makan dan minum dengan tangan kirinya (HR. Muslim no. 2020).

Maap melalui kritikan ini penulis hanya mengingatkan. Penulis tidak menyebut/nuduh seseorang, apa yang di tulis ini berdasarkan apa yang penulis liat dari tahun ke tahun yang penulis kumpulkan, akhirnya menjadi ide untuk membuat artikel ini. Penulis tidak ada maksut menyindir, menyinggung ataupun sejenisnya. Jika kebetulan sama dengan karakter/prinsip pembaca yang suka makan pake tangan kiri, minum pake kiri, ngambil pake tangan kiri tanpa uzur, mungkin hanya kebetulan saja. Sekali lagi mohon maap jika penulis lebay atau mungkin salah kata dalam pengaturan bait kata ataupun lainnya.

Comment

tags:

Populer post