19 Zulhijjah 1440 H

255 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Oleh: Dwiwap.com

Allah tidak menghendaki perpecahan.

Kritikan buat ust Yahya Badrussalam.lc pendiri radio rodja dan tv rodja, subhanallah penulis telah begitu banyak dapat nasehat-nasehat melalui ceramah-ceramah nya. Terimakasih atas ilmunya. Namun kali ini penulis ingin sedikit mengkritisi.😊🙏

Ustadz badru mengatakan dalam postingan nya yang dalam secrenshout di atas, bahwa Allah menghendaki perpecahan, penulis rasa ini bertabrakan dengan firman Allah dan sabda Rasulullah Shalallahu Alaihi wassalam. Dan paham tersebut sangat menguatkan oaham hamba tradisi.

Allah menyebutkan dalam qur’an mengenai wajibnya berpegang teguh kepada tali Allah yaitu Al-Quran dan tidak bolehnya bercerai berai atau membuat sekte/aliran/ormas islam. (Apapun namanya dalam Qur’an semuanya di sebut golongan). Pemecah belah dien karena setiap golongan menghasilkan tafsir sendiri-sendiri yang tujuannya tiada lain selain memperuncing dan mempertajam perbedaan. Adapun penulis dalam blog ini hanya menjelaskan perbedaan yang penyebabnya  yaitu karena mayoritas mereka condong taqlid buta dan fanatik buta.

Terkait apa yang di maksud ustadz yahya badru salam. Allah Berfirman yang artinya:
Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agamanya dan mereka menjadi bergolongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu (Nabi Muhammad Saw) kepada mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah terserah kepada Allah, kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat. (Al-anam 6:159).

Memang benar sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh At Tirmidzi nomor 171, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam telah bersabda:
Ummatku akan terbagi menjadi 73 golongan, semuanya di neraka kecuali satu golongan. Para sahabat bertanya kepada Rasulullah golongan apakah itu. Kemudian beliau menjawab, yaitu yang mengikuti Al-Quran dan Sunnah.

Namun itu semua menurut penulis merupakan prediksi nabi Muhammad Saw bahwasanya umat islam akan terpecah belah menjadi 73 golongan, bukan disuruh untuk membuat atau mendirikan golongan, tetapi yang kita lihat sekarang orang-orang cerdas dan pintar nya berlomba-lomba membuat golongan dan mereka merekrut sebanyak mungkin jemaah, dan mereka merasa bangga dengan golongannya dan merasa yang paling benar bahkan ada yang sampai mengkafirkan yang lain. Naudzubillahimindalik.

Memang benar bahwa kaum muslimin saat ini terpecah menjadi beberapa golongan. Namun Allah dan rasulnya bukan nyuruh terpecah belah, tapi Allah dan rasulnya menyuruh berjuang untuk menghindari perpecahan, meskipun Allah menguji hambanya dengan perpecahan. Tapi berdasarkan ayat dan hadits di atas Allah sama sekali tidak menyuruh berpecah.

Allah berfirman yang artinya:  Dan jikalau Allah menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya? (QS. Yunus : 99),

Berdasarkan ayat qs yunus di atas Allah berkata jika Allah menghendaki manusia akan di buatnya satu umat dan beriman semua. Namun seperti yang saat ini telah terjadi perpecahan makin merajalela namun itu bukan kehendak Allah, tapi semua itu untuk menguji hambanya supaya manusia berlomba-lomba bersatu dan berjuang mengikuti pentunjukknya seperti dalam qs An-nisa 59. Dan berdasarkan ayat tersebut juga kita tidak boleh memaksa mereka untuk mengikuti Islam ysng kaffah, namun setidaknya kita berusaha menunjukkan bahwa yang benar adalah benar dan yang salah adalah salah.

Melalui perjuangan dan pencarian jati diri itulah kita akan terlihat seperti apa yang di maksut ustadz Badru maksud yaitu akan terlihat mana orang yang berjalan dalam islam yang kaffah dengan tidaknya. Namun ustadz badru mengatakan Allah menghendaki perpecahan,  penulis vonis ini sangat bertentangan dengan Qs dan hadits yang penulis kutip diatas. Semoga saja beliau salah ketik. Memang sungguh ironis dan menyedihkan, perpecahan seperti yang sekarang ini telah terjadi, namun semua itu sama sekali tidak di dukung/di kehendaki oleh islam. Islam menghendaki pemupukan persatuan diantara pada pemeluknya.

Karena Allah berfirman yang artinya:
Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayatnya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. (Ali Imran 3:103).

Comment

tags:

Populer post