19 Zulhijjah 1440 H

496 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini


Oleh: Dwiwap.com

Idrus Ramli adalah salah satu kiay ahli bid’ah yang tergetol dalam mengkritik dakwah sunah di jawa timur. Namun setelah penulis tinjau terkait kritikan-kritikannya terhadap dakwah sunnah, terutama terhadap yang mereka sebut salafi dan dalam pembelaan terhadap bid’ah hasannah. Ternyata argumen dan pernyataan beliau dalam ceramah-ceramahnya dan dalam bukunya, penulis tinjau banyak yang dalam pemahamannya yang nunjukin pembodohan dan membodohin diri yang begitu sangat yang beliau tidak sadari. Untuk yang ingin mengetahui silahkan baca buku beliau yang mengkritik dakwah sunnah dengan tudingan wahabi yaitu yang berjudul “wahabi gagal faham”. Mengapa penulis katakan membodohin diri dan nunjukin pembodohan! Apakah karena tidak sepaham dalam memahami? Bukan. Namun terhadap argumen dalam pengkritikan beliau. Disana banyak modal dusta, plintiran dan argumen dari katanya-katanya dan masih banyak lagi yang penulis vonis/cap pembodohan/bodohin diri.

Namun penulis tidak sanggup untuk menuliskan di blog ini terkait pembodohan beliau dalam hal pengkritikannya. Penulis hanya ingin mengingatkan saja.

Nasehat penulis untuk bahan renungan gus idrus ramli dan seluruh pembela mati-matian bid’ah/kesesatan atau kepada seluruh kiay/ustadz ahli bid’ah. Ini kata orang jaman now, namun kok masih mau-maunya di perbudak bid’ah dan pembodohan.

Nasehat penulis: celakalah orang yang wafat apa bila dosa-dosanya masih hidup di bumi ini, orangnya wafat namun dosanya masih hidup, seperti halnya orang yang mengajarkan ilmu-ilmu sesat yang menyesatkan yang tidak ada ketara atau mengajarkan tata cara ibadah yang tidak ada tuntunannya dari Rosullulloh Swa maupun tidak ada perintahnya dari Allah Subhana Wa taala. Karena ajarannya di ajarkan kepada orang lain, dan orang tersebut mengajarkan lagi, kepada orang lain lagi hingga ajaran sesat tersebut di ajarkan seterusnya dan seterusnya, hingga turun-temurun, sehingga tiada terputus-putus sampai hari kiamat.

Dan beruntunglah orang-orang yang wafat apabila dosa-dosanya cukup sampai di sini/di dirinya. Sehingga tidak membuat dosa-dosa yang terus mengalir.
Dan yang paling beruntung adalah orang-orang yang wafat namun amalnya masih hidup di bumi karena ajarannya baik tidak menyesatkan, yaitu sesuai ajarannya dalam Al-Qur,an dan Hadits yang sahih dan di amalkan oleh orang yang belajar kepadanya, dan orang tersebut pun menularkan kepada orang lain dan seterusnya.

Cukup sampai disini dulu, lain waktu dan kesempatan di teruskan.

Semoga Allah Subhana Wataala membersihkan diri kita dan menguat iman dan takwa kita serta menjadikan kita hamba Allah yang ikhlas, yakin dan pasrah. Semoga kita di jauhkan dari segala bentuk kemusrikan, kebid’ahan. Dan semogab Allah subhana Wataala senantiasa melimpahkan rahmadnya dan semoga kita selalu dalam lindungannnya dan petunjuknya selalu. Aamiin.

Comment

tags:

Populer post