12 Rabiul Awwal 1440 H

Hidup hti.

Kategori Kritikan
Di lihat 2379 kali

Hits: 89

Hidup hti.
Oleh: DWIWAP.COM

Tulisan ini habis hilang penulis buat setahun lalu. Walaupun tulisan ini kata-katanya blepotan. Namun yang penting setidaknya berani menentang pembodohan mayoritas orang. Dan perlu di ketahui penulis membela golongan hti ini bukan berarti penulis menghalalkan islam bergolong-golongan, berfirqoh-firqoh dan sejenisnya, namun ada kalanya kita membela yang benar namun tertindas dan adakalanya membela yang salah namun di dalamnya ada yang tidak bersalah, seperti dari salah satu golongan terbarru seperti ldii dan seperti golongan terlama yaitu sexte syiah berikut firqoh-firqohnya.

Hidup hti, Maju terus pantang mundur, sadarkan pemerintah, penulis tau anda (Hti), tidak anti pancasila, dan tidak anti nkri. Cuma anti bid’ah atau kesesatan yang tidak ketara. Orang yang mengatakan hti anti pancasila dan uud 1945 itu sedang membodohin diri dan nunjukin pembodohan.

Pemerintah (maap) bodoh jika mau bubarin hti. Pemerintah sudah termakan progam orentalis yahudi dan nasrani dan taqlid buta. Jadi wajar saja jika akan bubarin hti. SEMOGA ALLAH MELINDUNGI & MEMBELA ORANG-ORANG PENGIKUT GOL HTI YANG MENGAJAK KEDALAM DUA PEDOMAN umat islam yaitu Qur’an dan Hadits. Amiin

Buat semua kususnya umat islam yang kebetulan membaca/ngintip blog ini. Wabil khusus kepada pengikut golongan nu dan lainnya yang condong mengklaim adanya bidah hasanah, mari kita perhatikan dan hayati terjemahan ayat alqur’an dan hadits yang saya kutip di bawah ini.

A.Dalil dari alqur’an.
=>.Dan Alqur’an ini adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertaqwalah agar kamu diberi rahmat. (Al an’aam : 155)
=>.Sesungguhnya Alqur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mukmin yang mengerjakan amal shaleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar. (Al-Israa’ : 9)
=>.Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab kepadamu dengan membawa kebenaran, supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan kepadamu. (An-Nisaa’ : 105)
=>.Dan Kami turunkan kepadamu Alqur’an, agar kamu menerangkan kepada ummat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan. (An-Nahl : 44)
=>.Hai orang-orang yang beriman, tha’atilah Allah dan tha’atilah Rasulnya, dan ulil amri diantara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Alqur’an) dan Rasul (Sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (An-Nisa’ : 59)
=>.Dan Kami tidak mengutus seseorang Rasul, melainkan untuk ditha’ati dengan seidzin Allah. (An-Nisa’ : 64)
=>.Telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari qiyamat dan dia banyak menyebut Allah. (Al-Ahzab : 21)
=>.Katakanlah : Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. Katakanlah : Tha’atilah Allah dan Rasulnya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir. (Ali ‘Imran : 31-3)
=>.Orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang (Alqur’an) yang diturunkan kepadanya, mereka itulah orang-orang yang beruntung. (Al-A’raf : 157)
=>.Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah; dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukumannya. (Al-Hasyr : 7)
=>.Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasulnya mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni’mat oleh Allah, yaitu : Nabi-nabi, para Shiddiqiin. orang-orang yang mati syahid dan orang-orang shaleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. (An-Nisaa’ : 69)

B.Dalil dari hadits.
=>.Dari Katsir bin Abdullah dari ayahnya dari kakeknya RA, ia berkata : Rasulullah SAW pernah bersabda : Aku telah meninggalkan pada kamu sekalian dua perkara yang kamu tidak akan sesat selama kamu berpegang teguh kepada keduanya, yaitu : Kitab Allah dan Sunnah Nabinya. (HR. Ibnu Abdil Barr)
=>.Sesungguhnya Rasulullah SAW pernah bersabda : Aku telah meninggalkan pada kamu sekalian dua perkara yang kamu tidak akan sesat selama kamu berpegang teguh kepada keduaya, yaitu : Kitab Allah dan sunnah Rasulnya. (HR. Malik)
=>.Dari Ibnu Abbas RA, ia berkata : Bahwasanya Rasulullah SAW pernah berkhutbah kepada orang banyak dikala hajji wada’, beliau bersabda : Sesungguhnya syaithan telah berputus asa bahwa ia akan disembah di tanahmu ini, tetapi ia puas ditha’ati pada selain demikian yaitu dari apa-apa yang kalian anggap remeh dari amal perbuatan kalian. Maka hati-hatilah kalian. Sesungguhnya aku telah meninggalkan untuk kamu sekalian apa-apa yang jika kamu sekalian berpegang teguh kepadanya, niscaya kalian tidak akan sesat selama-lamanya, yaitu : Kitab Allah dan Sunnah Nabinya. (HR. Al-Hakim)
=>.Dari Jubair bin Muth’im RA, ia berkata : Rasulullah SAW pernah bersabda : Hendaklah kamu sekalian bergembira, karena sesungguhnya Alqur’an ini ujungnya berada ditangan Allah sedang ujungnya yang lain ditangan kamu sekalian. Oleh sebab itu hendaklah kalian berpegang teguh kepadanya, maka  sungguh kamu sekalian tidak akan binasa dan tidak pula akan sesat sesudah itu selama-lamanya. (HR. Al-Bazzar dan Ath-Thabarani)
=>.Dari Hudzaifah RA, ia berkata : Rasulullah SAW pernah bersabda : Hendaklah kamu sekalian beredar bersama kitab Allah (Alqur’an) kemana saja ia beredar. (HR. Al-Hakim)
=>.Dari Abu Hurairah RA, dari Nabi SAW beliau bersabda : Biarkanlah saya memberikan apa-apa yang kutinggalkan kepada kalian. Sesungguhnya telah binasa orang-orang sebelum kalian disebabkan tuntutan mereka dan penentangannya kepada Nabi-nabi mereka. Karena itu apabila aku melarang kalian dari sesuatu, maka jauhilah dia, dan apabila aku memerintahkan sesuatu perkara kepada kalian, maka laksanakanlah perintah itu dengan semaksimalmu. (HR. Bukhari)
=>.Dari Abu Musa, dari Nabi SAW beliau bersabda : Sesungguhnya perumpamaanku dan perumpamaan apa yang aku diutus oleh Allah dengannya adalah seperti seorang laki-laki yang datang kepada suatu kaum. Lalu laki-laki itu berkata : “Hai kaumku, sesungguhnya aku telah melihat dengan mata kepalaku ada pasukan (musuh yang akan menghancurkan kita). Dan aku betul-betul memberikan peringatan kepadamu, maka mengungsilah agar selamat. Segolongan kaum itu ada yang tha’at, lalu di malam hari itu mereka pergi mengungsi dengan hati-hati, maka mereka selamat. Dan ada pula segolongan dari kaum itu yang tidak percaya, mereka tetap ditempatnya, maka diwaktu pagi tentara musuh itu datang menyerbu mereka, menghancurkan dan memporak-porandakan mereka. Demikianlah perumpamaan orang yang tha’at kepadaku lalu mau mengikuti apa yang aku datang dengannya dan perumpamaan orang yang bermakshiyat kepadaku dan mendustakan apa yang aku datang dengannya berupa Al Haq (kebenaran). (HR. Muslim)
=>.Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda : Semua ummatku kelak akan masuk surga, kecuali orang yang tidak mau. Para shahabat bertanya : Ya Rasulullah siapa orang yang tidak mau (masuk surga) itu ?. Beliau SAW bersabda : Barangsiapa yang tha’at kepadaku, niscaya ia masuk surga dan barangsiapa yang bermakshiyat kepadaku, sungguh ia telah menolak untuk masuk surga. (HR. Bukhari)

Dari dalil-dalil qur’an dan hadits diatas membuktikan supaya umat muslim berpedoman qur’an dan hadits bukan berpedoman kepada yang lain seperti pancasila dan uud 1945. Banyak penulis jumpai di sosmed maupun di dunia nyata ntah itu dari kalangan ustad atau kiay dan Masyarakat biasa dari yang awam nyampe yang berpendidikan tinggi, mereka mengatakan apakah hti tidak bertentantangan dengan pancasila dan uud, bahkan hampir 80% penulis amati mereka mengatakan demikian. Seharusnya pancasila dan uud itulah yang di pertanyakan bertentangan dengan Qur’an atau tidak. Banyak penulis jumpai mayoritas umat islam memang mengutamakan pancasila dan uud 1945 dan menomor duakan Alquran dan hadits. Seolah-olah pancasila dan uud itu pedoman mereka.

Golongan hti yang di sebut kilafah itu merujuk kedalam qur’an dan hadits, tujuannya menegakkan perintah Allah subhana Wataala. Namun ironisnya malah di hadang yang menghadang adalah sebagian besar umat islam sendiri. Yang sudah termakan progam orentalis yahudi dan nasrani. Bukankah kilafah itu ajaran islam? mungkin anda yang berpendidikan tinggi dan mondok puluhan tahun lebih tau.

Sebenarnya jika umat islam mau mengukur atau menilai sejauh mana ajaran itu benar atau tidak atau keliru atau tidak itu rujukannya Alquran dan hadits bukan pancasila dan uud 1945. Jika ada orang muslim yang mengatakan apa hti tidak bertentangan dengan uud dan pancasila itu silahkan asal jangan bilang quran dan hadist yang bertentangan dengan pancasila dan uud. Namun yang di pertanyakan di sini anda umat islam apa bukan. yang tidak sepakat hanyalah orang kafir.

Cukup smpai disini dulu. Tulisan ini masih bersambung lain waktu dan kesempatan saya tinjau kembali jikalau tidak lupa.

comments

tags: