13 Zulqaidah 1440 H

Kritik terkait tudingan wahabi.

Kategori Kritikan
Di lihat 394 kali

77 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini


Oleh: DWIWAP.COM

Dikit-dikit wahabi.

Penulis rasa semua ahli bid’ah mungkin akan membalikkan judul yang penulis buat tersebut “dikit-dikit wahabi” menjadi “dikit-dikit bid’ah”. Jika benar demikian, maka selamat anda telah membodohin diri dan nunjukin pembodohan. Maap jangan gagal faham dengan kata ”pembodohan dan bodohin diri” nanti mengira penulis nuduh pembaca bodoh/bodoh-bodohin terus mengatakan penulis sombong, gak punya aklaq dan gak punya etika dan sejenisnya. Jangan gagal faham ya 😊.

Menurut penulis mayoritas orang yang suka dikit-dikit mengatakan atau ngecap wahabi adalah:
1. Orang-orang munafik, yang taqlid buta dan fanatik buta. Yang mata hati dan pendengarannya sudah terkunci mati. Sehingga tidak dapat menmbedakan kebenaran yang hak/kaffah dengan kebenaran yang semu/kesesatan yang tiada ketara karena sangking taqlid butanya, sekalipun mereka di sodori ayat-ayat Allah mereka sudah tidak mempan, mereka mencoba berdalih dengan berbagai cara. Ini kenyataan tidak bisa di pungkiri.

2. Karena sentimental, (iri fengki, dan jahil), atau membodohin diri dan nunjukin pembodohan.

3. Karena terprovokasi oleh oknum-oknum yang dengki dengan dakwah sunnah. Dan terlalu percaya dengan asumsi yang ada atau tulisan-tulisan yang di plintir-plintir oleh media yang di lestarikan oleh umat muslim yang mencoba ingin melegalkan bid’ah/mengklaim ada bid’ah hasanah.

4. Karena sebagian besar tidak tau tentang sejarah tentang wahabi yang sebenarnya, sebagian besar mereka hanya ikut-ikutan tanpa menelusuri benar atau tidaknya berita yang di dapat. Yang penting ngikut/taqlid buta. Asal ada orang pake celana cingkrang, jenggot panjang, jidad hitam, muka tegas, dan mungkin ada akhwat menggunakan pakaian sar’i ples pake cadar mereka cap wahabi.

5. Dan ada pula yang tau sejarah sebenarnya juga, namun sebagian di antara mereka pura-pura tidak tau dan menutupi kebenaran tersebut, karena mereka gengsi mengakui kebenarannya, bisa kita katakan, (ahli bid’ah yang munafik). Tanpa di katakan munafik sebenernya mayoritas mereka itu sudah munafik. Namun setelah penulis tinjau dan amati memang sebagian besar dalam masyarakat awam memang tidak tau sejarah yang sebenarnya.

6. Dan mayoritas yang bilang atau ngecap dikit-dikit “Wahabi”, jika yang menyampaikan tersebut menggunakan dalil sesuai dengan pedoman yaitu Alqur’an dan hadits tidak berpedoman dari kata kebanyakan orang, seperti kata ustadz dan kata kiay yang di taqlid-i atau dari katanya-katanya. Semua itu mereka cap wahabi.

7. Dan banyak penulis jumpai orang di dunia nyata yang suka nyebut-nyebut wahabi adalah mayoritas/rata-rata orang yang wawasan dalam segi agama maupun pengetahuan ilmu lainnya sangat rendah dan minim, sekalipun mereka sekolah tinggi dan mondok puluhan tahun mereka dalam segi dan pengetahuan dan wawasan agama tidak luas, hanya sebatas pemahaman taqlid, kecuali mereka-mereka yang mau belajar lagi yang di luar di ajarkan gurunya atau yang hobi menggali ilmu pengetahuan. Karena mereka condong menutup diri, tidak punya rasa ingin tahu, tapi mereka dalam ucapan seakan-akan merasa/sok pinter, (ini kenyataan), dan mereka condong taqlid buta dengan kiay yang di ikuti di majlis taklim atau yang di fens saja. Mereka menutup diri rapat-rapat pengetahuan dari kiay/ustadz dari luar yang di taqlid-i.

8. Dan rata-rata mereka salah pengertian dalam memahami apa itu wahabi. Karena mereka condong terprovokasi oleh media-media yang memutar balikkan fakta atau nemlintir sejarah wahabi. Dan terprovokasi oleh ustadznya yang taqlid buta dan juga oleh orang-orang yang berpenyakit hati yang hatinya iri dengki, dengan dakwah yang murni berdasarkan 2 petunjuk.

Semua itu mayoritas yang sering menyebut wahabi adalah pengikut islam golongan terutama Nu dan fpi dan lainnya kecuali golongan yang mendekati dakwah tauhid dan sunnah, seperti Alirsyad, Mta, Persis, dan Muhamadiyah. sebagian besar atau mayoritas mereka selain golongan yang saya sebut tersebut adalah orang-orang islam pengikut islam golongan yang benar-benar taqlid buta dan fanatik buta.

Sehingga semua orang yang yang tidak sepemahaman atau tidak mau di ajak bertabrakan atau menyelisihi Qur’an dan hadits sahih/benar/kuat semuanya mereka sebut wahabi. Dan sangat di sayangkan yang wahabi beneran yaitu golongan dari sekte khawarij, malah di abaikan atau terlupakan.

Semoga dalam setiap tahunnya, dan setiap bulannya dan setiap harinya selalu ada orang-orang dari kalangan ahli bid’ah terutama dari golongan Nu dan lainnya yang taqlid buta dan juga fanatik buta. Sadar akan kekeliruan atas keyakinan dan pemahaman yang mereka jalani, yang tidak sesuai dengan 2 petunjuk, di dalam perkara agama dan mudah-mudahan senantiasa Allah Subhana Wataala memberi hidayahnya kepada mereka-mereka yang mau mencari hidayah itu tanpa putus asa, karena mustahil hidayah akan datang jika tidak di cari dengan sungguh-sungguh apa lagi hanya mengandalkan taqlid buta, mustahil hidayah akan menghampiri anda. Kecuali atas kehendak Allah.

Semoga satu persatu mereka kembali ke islam yang satu atau kaffah yang berdasarkan quran dan hadits yang sahih atau seenggak enggaknya kembali menjadi islam yang tidak mengutamakan bid’ah dan tradisi.

Aamiin ya robbal Aalamiin.

Comment

tags:

Populer post