12 Rabiul Awwal 1440 H

Hits: 149

Bolehkah ngebom tempat ibadah orang kafir.
Penulis: DWIWAP.COM

Bolehkah ngebom greja dan tempat ibadah-ibadah non muslim/orang kafir lainnya??

Jawab: Ngebom greja dan tempat ibadah non muslim lainnya sangat di bolehkan dan di anjurkan jika di dalamnya tidak ada orangnya atau penghuninya, karena itu salah satu cara memusnahkan progam iblis laknatullah yang di kembangkan/di jalankan/di titiskan oleh setan dari golongan manusia melalui karya-karyanya seperti agama tandingan buatannya yaitu Hindu, Budha, Kristen, Khatolik, Khong hucu dan sejenisnya.

Maka bagi anda yang berani mengebomnya tempat ibadah-ibadahnya namun pengebom tidak ikut ke bom di dalamnya maka anda penulis acungin jempol. Namun jika anda ikut kebom maka penulis tidak setuju, karena bunuh diri di haramkan oleh Allah.

Mohon maap bagi yang tidak sependapat tidak perlu seperti kebakaran jenggot atau sepert kehilangan sesuatu barang yang berharaga. Karena tulisan ini hanya sebuah perumpamaan, bagaimana seorang pelaku tidak harus menyembunyikan diri, namun harus melakukannya dengan terang-terangan dan berani mempertanggung jawabkan perbuatannya di hadapan penguasa, dan setiap orang punya hak cipta karya tulis.

Tujuannya mengebom dan menghancurkan tempat-tempat ibadah orang kafir, yaitu dengan memusnahkannya berarti anda telah menegakkan agama Allah, dan sedikit membantu menegakkan yang HAK dan sedikit membantu memusnahkan kebatilan dan kemusrikan di muka bumi ini.

Di dalam Qur’an Allah menyebutkan, jika Allah mau sudah musnahkan orang kafir itu, namun Allah tidak memusnahkan. Karena itu buat ujian bagi yang muslim, dan penulispun juga tidak menganjurkan/membolehkan memusnahkan atau membunuh orang kafir karena membunuh manusia itu salah satu dosa besar dan di haramkan dalam dien ini. Jadi jangan ada diantara pembaca yang gagal faham dengan menyanggah menggunakan ayat-ayat yang berkaitan larangan membunuh atau ayat tentang jika Allah mau sudah di musnahkan semua orang kafir.

Perlu anda teliti dan ketahui di tulisan ini penulis mengatakan boleh mengebom tempat ibadah non muslim dengan terang-terangan, bukan sembunyi-sembunyi dan di saat di dalamnnya tidak ada penghuninya, berarti penulis bukan membolehkan teror, tapi mengajar untuk menjadi pemberani menegakkan hukum Allah dan menerima sangsi atas perbuatannya tersebut. Semoga faham. Ini bukan faham sexte khawarij yang menghalalkan darah kaum muslimin, menghalalkan bom bunuh diri, mengkafirkan dan sejenisnya.

Fatwa: Dwiwap.com

comments

tags: