12 Rabiul Awwal 1440 H

Hits: 57

Bolehkah memberontak kepada penguasa.
Oleh: DWIWAP.COM

Bolehkan Memberontak kepada penguasa/pemerintah muslim yang sudah taqlid buta, yang taqlid butanya melebihi non muslim. Dan yang sudah termakan oleh progam-progam orentalis yahudi dan nasrani.?

Jawab: Sangat di bolehkan dan di anjurkan memberontak kepada mereka jika demikian yang terjadi. Sebelum penulis melanjutkan tulisan ini, penulis ingin pembaca, membaca tulisan mengenai yang di maksut ulil Amri. Berikut ini linknya: KLIK DISINI

Dalam link tersebut berjudul ulasan Qs Annisa 59. Qs tersebut memang memerintahkan kita di suruh mentaati pemimpin. Namun yang di maksut Allah dalam ayat tersebut mentaati selama pemimpin tersebut berpegang teguh kepada sariat islam, karena tidak mungkin dan sangat mustahil Allah menyuruh hambanya taat kepada pemimpin/penguasa yang zalim, seperti mungkin pemimpin/penguasa tersebut orang kafir, atau pemimpin/penguasa dalam negara yaitu presiden tersebut tidak berpegang teguh kepada sariat islam, lebih ngutamakan progam-progam orentalis yahudi dan nasrani ketimbang petunjuk Alqur’an, atau pemimpin/penguasa dalam agama seperti ulama-ulama atau istilah sekarang ustad Suu, maka tidak patut kita taati. Kalau perlu kita memberontak kepada mereka.

Mungkin pembaca akan gagal faham nenyikapi kata “memberontak” yang penulis maksut, memberontak yang penulis maksut bukan berarti kita tidak setuju dengan pemimpin/penguasa baik dalam agama maupun negara lalu kita bom mereka, atau kita tembak kepala pemimpin tersebut. Bukan seperti itu, memberontak yang penulis maksut adalah sebagai bentuk protes yang sangat keras.

Karena secara logika tidak mungkin kita seorang diri mau memberontak, jika tidak setuju lalu mau mengebomnya atau membunuhnya, ini bertentangan dengan sariat islam penulis pun mengharamkan. Adapun hadits ada yang mengatakan bahwa melarang memberontak. Seperti yang di jelaskan ustad-ustad manhaj salaf di dakwah sunah itu juga bermakna larangan memberontak, seperti yang penulis maksut diatas hanya beda cara bicaranya namun maknanya sama.

comments

tags: