12 Rabiul Awwal 1440 H

Bertemu salafi yang sok dan sombong.

Kategori Kritikan
Di lihat 432 kali

Hits: 73

Bertemu salafi yang sok dan sombong.
Oleh: DWIWAP.COM

Penulis ingin cerita. Langsung saja ya. Begini ceritanya, setiap 3/4 bulan sekali atau kadang lebih, penulis membeli buku-buku agama di cilengsi-bogor dekat radio rodja, kenapa penulis memilih membeli buku di sana alasan nya karena:
1. karena harganya murah di banding tempat lain yaitu diskon 40%, makanya jika penulis beli buku disana tidak tanggung-tanggung membeli bukunya, terkadang 5 buah bukuan dan terkadang lebih, ya meskipun belum kebaca semua sebagian penulis baru baca judulnya, sebagian baru di buka-buka, sebagian baru penulis liat sampulnya hehe, intinya yang penting punya buat koleksi dulu, suatu saat di baca semua , di aplikasikan dan di amalkan. Untuk saat ini mungkin belum bisa mengaplikasijan dengan penuh dan mengamalkannya dengan penuh juga, namun suatu saat pasti bisa. Tidak ada niat baik yang tidak bisa.
2. Buku-buku yang di jual disana, berfaham sesuai dengan Qur’an dan hadits, seperti masih berkaitan dengan faham salafi, muhamadiyah, alirsyad, mta, hti dan persis.
3.Ya sekalian main ke masjid albarkah atau ke radio rodja, meskipun saya netral cukup muslim, bukan salafi, namun saya mayoritas membenarkan faham mereka, dari pada yang tidaknya karena perbedaan nya sangat tipis. Dan minggu kemaren terakhir penulis ketoko buku itu lagi kebetulan penulis dari rumah sudah kepikiran mau minta rekaman tilawah qur’an yang merdu dari rekaman ustad muflih, salah satu ustad muda dari salafi yang sering di putar di rodja dan rekaman dakwah yang imiah seperti dari ustad yazid, ustad yahya badru salam dan ustad lainnya.

Singkat cerita. Di tempat langganan penulis beli buku tersebut, setiap penulis beli buku penulis di ceramahi oleh seseorang penjaga toko yang katanya bekas muridnya ustad yazid, setiap penulis di ceramahi penulis merendah dan meng iyakan setiap bait kata yang beliau ucapkan, namun minggu kemaren beliau lagi-lagi menceramahi, namun terlihat makin terliat sok , sombong dan makin memperlihatkan  ke egoisannya, beliau penulis lihat condong nonjolin diri nunjukin sok pinter, kebetulan yang di ceramahkan itu tentang berkaitan mendidik anak yang rabbani. Kebetulan tentang hal ini penulis sudah tau karena penulis sering membaca, mendengar dakwah dari beberapa ustad di rodja juga maupun lainnya, dan kebetulan masa kecil penulis juga penuh dengan kepahitan hingga dewasa karena ketidak tauan orang tua dalam tata cara mendidik anak yang benar, dari hal itu spenulis mengambil pelajaran dalam tata cara mendidik anak yang benar dengan yang tidak benar, sapenulis juga mengamati dari orang-orang sekitar juga dari orang-orang yang berpendidikan tinggi dalam cara mendidik anak-anaknya dari yang benar maupun yang tidak benar penulis di situ juga ambil pelajaran.

Lanjut ceritanya. Sebenernya penulis orangnya tidak menutup diri dari opini maupun pendapat orang lain, selama opini tersebut tidak untuk menyelisihi quran dan hadits yang sahih, dan selama orang tersebut menyampaikan dengan tidak menyombongkan diri, sok pinter, dan sejenisnya biasanya penulis  akan merendah seolah-olah penulis tidak tau apa-apa, dan akan penulis dengarkan nasihat tersebut meskipun apa yang di nasihatkan sudah penulis tau di luar kepala. Dengan catatan selama orang tersebut tidak sombong dan sok pinter dalam penyampaian.

Singkat cerita. Karena telinga makin tidak nyaman mendengarkan ceramahan karyawan toko tersebut, sebenarnya itu bukan ceramah tapi ocehan, beliau ingin menasehati, namun beliau tidak melihat siapa yang di nasehati dan tidak tau cara dalam penyampaian yang baik, sebenernya kata buat beliau yang cocok BERKATA YANG BAIK ATAU DIAM . Akhirnya terpaksa penulis juga mengeluarkan/kejebak dalam kesombongan penulis katakan sudah tau mas mengenai hal itu, bahkan penulis juga sedikit nulis tentang yang mas katakan kesaya di web. Dan penulis sudah banyak tau tentang hal yang mas sampekan, melalui membaca buku-buku, maupun melalui perjalanan hidup dan juga melalui ceramah-ceramah beberapa ustad dari rodja salah satunya ustad zein yang di porbolinggo.

Singkat cerita penulis bilang lagi, penulis juga menulis mas di website tentang yang mas sampaikan namun tulisan masih banyak yang blepotan dalam pengaturan kata-katanya. Dan yang penulis tulis rata-rata kritikan. penulis bilang ke karyawan toko buku tersebut, faham yang penulis tulis di web yaitu condong melawan arus balik faham mayoritas, penulis katakan seluruh pengikut islam golongan itu mayoritas dan salafi juga mayoritas dan anggap saja minoritasnya penulis.

Penulis bilang ke karyawan toko buku tersebut, pengikut islam golongan terutama golongan nu mereka semua taqlid buta dan fanatik buta dan salafi pun sebagian fanatik buta. Penulis belum slesai jelasin tentang yang di maksut salafi sebagian fanatik buta, beliau tidak terima nyampe teriak-teriak menuding, berarti antum tidak tau arti salafi, penulis jawab tau mas, dia teriak lagi la itu buktinya bilang salafi fanatik buta, beliau seperti kaya mengajak berantem hehe. Lagian saya sendirian kok di sebut antum. Seharusnya anta.

Singkat cerita akhirnya penulis bentak maap mas saya tidak mau denger saya sudah tau, dalam hati penulis berkata “yang jelas kelemahan penulis tidak suka dengan orang sombong sok pinter”. Apalagi membodohin diri, la mayoritas yang penulis baca itu  rata-rata buku-buku karya ustad yazid kok penulis di kvonis tidak tau arti salafi. Apakah ini namanya bukan membodohin diri? 🙏

Beliau terus ngoceh tapi tidak penulis dengarkan, Namun akhirnya penulis jawab lagi maap mas saya sudah tau, sudah tau tentang yang mas maksut, namun beliau lagi-lagi mengatakan itu buktinya antum mengatakan salafi fanatik buta, lagi-beliau menjelaskan beberapa bait kata, namun penjelasannya pun gak ilmiah dan di sertai emosi dan marah-marah.

Akhirnya penulis suruh diam, penulis bilang maap saya bukan mau debat kusir, saya mau beli buku, beliau tetep ngoceh tidak jelas penulis diamkan saja, lama kelamaan akhirnya jadi gak konsen milih-milih buku yang ingin di beli, akhirnya penulis cuma beli sandal bakiyak dan satu buku yang berjudul syarah kitab tauhid, hasil modipikasi dan terjemahan ustad yazid, setelah pembayaran buku tersebut selesai penulis pamit, dan penulis tunjukin web penulis, penulis bilang ke beliau, tentang yang mas tanyakan sudah sedikit saya jelaskan di wesite saya cuma saya lupa judulnya cari aja sendiri, lalu beliau buka di carinya, langsung penulis pamit, penulis bilang saya mau ke masjid dulu sholat duha tapi penulis salah ucap penulis bilangnya sholat tahajud, hehe, itu sangking sudah tidk konsennya.

Setelah dari masjid penulis lanjutkan beli bukunya ke toko distributor pusatnya yang sebrang polres cilengsi, di sana penulis aman dan damai bisa milah milih buku yang sekiranya judulnya bagus, dan akhirnya tidak terasa belanja buku hampir habis 500 ribuan lebih, ini sudah termasuk harga diskon 40% perbuku, jika di bandingkan dengan beli buku di toko lain seperti di gramedia, toko agung dan sejenisnya mungkin angka 500rb bisa menjadi 700 ribuan.

Sebenernya penulis itu mudah memahami kondisi orang, mana orang yang bisa di ajak diskusi dari hati ke hati dengan mana yang tidak bisa di ajak diskusi dari hati ke hati, penulis liat dari bahasa dan sifat penjaga toko tersebut orangnya memang maunya di dengar saja, dan tidak mau mendengarkan pendapat orang dulu, beliau condong menutup diri dari opini orang, buktinya penulis belum slesai jelasin yang penulis maksut yaitu sebagian salafi fanatik buta beliau langsung memotong dan ngotot menangkis kata-kata penulis atas ketidak terimaannya terhadap ucapan penulis tersebut.

comments

tags: