12 Rabiul Awwal 1440 H

Benarkah syi’ah sesat total.

Kategori Kritikan
Di lihat 367 kali

Hits: 111

Benarkah syi’ah sesat total.
Oleh: DWIWAP.COM

Terkadang penulis membaca postingan di facebook, di komentar-komentar, dan mendengar ceramah-ceramah ustad baik dari salafi maupun dari ustad pengikut islam golongan. Yang membuat tidak habis pikir dan terkadang membuat penulis bersemangat dan ingin sekali meluruskan.

Karena banyak penulis jumpai di kalangan umat islam terutama di Ahli bid’ahnya maupun mereka yang mengaku salafi atau manhaj salaf, spenulis dapati mayoritas 99% mereka fanatik buta, mengklaim¬† atau memvonis syi’ah berikut firqohnya itu sesat semua tanpa kecuali.

Namun ironisnya mereka mayoritas terutama pengikut islam golongan yang saat ini menjadi terbanyak tidak menyadari bahwa progam-progam mereka/siah sudah tertanam dan tersisip di setiap faham golongan atau ormas islam mereka, tanpa di sadari mereka telah menyesatkan dirinya sendiri, terutama buat golongan yang saat ini paling di ikuti mayoritas, mereka maling teriak maling/sesat teriak sesat.

Kenapa mereka bisa begitu? Jawabannya hanya satu yaitu karena mereka condong fanatik buta dan taqlid buta. Namun kalau yang salafi tidak nyampe taqlid buta, cuma fanatik buta aja.ūüôŹ¬†Siapa sih yang tidak sepakat Dengan golongan terlama yaitu sexte syiah itu sesat? penulis rasa tidak ada kecuali syiahnya sendiri. Siah sesat menurut ulama-ulama salaf atau mayoritas umat islam, penulis setuju, penulis tidak mengatakan tidak setuju. Dan siapa yang mengatakan mereka tidak sesat? jawabannya sama penulis rasa tidak ada kecuali pengikut siahnya sendiri.

Namun apakah mereka itu sesat semua tanpa kecuali? penulis rasa Tidak!, hanya orang fanatik buta yang mengatakan atau memvonis mereka sesat total tanpa kecuali. Kenapa tidak mengklaim/memvonis golongan yang terbaru terutama  yang saat ini banyak pengikutnya juga sesat semua tanpa kecuali? Bukankah paham mereka dengan syiah banyak yang samanya ketimbang dengan yang tidaknya?

Harus di garis bawahi dan anda ketahui semua, tidak semua pengikut siah itu sesat semua tanpa kecuali, diantara mereka ada yang mengingkari kesesesatan mereka, baik terang-terangan ataupun sembunyi-sembunyi dalam hati. Anda kira yang hidup di mayoritas yang penduduknya siah lalu semua ikut paham siah?
Anda salah! penulis rasa tidak semua mereka seperti anggapan anda.

Penulis beri contoh: penulis sendiri hidup di tengah-tengah mayoritas dari Islam golongan yang saat ini di sebut mayoritas, kakek, nenek, Ibu, bapak, saudara dan sanak kerabat dan tetangga dan semuanya mayoritas adalah ahli bidah. Baik itu yang di lampung, banten, jawa timur, jawa tengah, kalimantan timur, kalimantan barat semua mayoritas ahli bid’ah dari golongan yang terbaru yang di sebut mayoritas tersebut, lantas apakah penulis mengikuti paham mereka semua? jawabannya tidak.

Atau penulis hidup di tengah-tengah ahli bidah, seluruh saudara kerabat, ortu dan semuanya ahli bidah, dan ahli bid’ah ini yang terkenal di indonesia golongan yang saat ini di sebut mayoritas, maka secara tidak langsung oarng di luar negri atau luar daerah akan menyebut penulis golongan tersebut itu juga. Namun apakah penulis ikut faham tersebut? jawabannya tidak.

Contoh lagi misal anda hidup di tengah-tengah yang mayoritas syiah lalu anda sendiri tidak ikut faham syiah, namun secara tidak langsung anda akan di sebut syiah oleh orang di luar negara anda. Namun apakah anda mau di sebut syiah? jawabannya penulis rasa tidak.

Penulis beri contoh lagi. Seumpama anda seorang muslim lalu hidup dan berkembang biak di negara kafir atau negara yang mayoritas penduduknya kafir atau non muslim= sudah pasti anda akan ikut tersebut kafir. Orang muslim di indonesia pasti akan menyebut negara yang anda tempatin negara kafir, lantas apakah anda ikut kafir juga? jawabannya penulis rasa tidak.

Begitupun dengan syiah, anda hidup di tengah-tengah orang syiah atau sudah terlanjur orang mengira anda siah atau terlanjur terkurung di lingkungan syiah belum tentu anda mengikuti paham syiah. tidak semuanya mereka seperti yang kita sangkakan. (Maap bukan penulis membela syiah jangan salah paham). Untuk mudah bisa memahami/mencera apa yang penulis maksut anda harus netral cukup islam aja, sesuai dalam alqur’an, terutama buang itu fanatik ulama ini dan itu, mazab ini dan itu, manhaj ini dan itu, golongan ini dan itu dan sejenisnya. Semoga paham.

Analogi satu karung padi, mungkinkah sekarung padi tersebut berisi padi semua? Jawabanya tidak. Di dalam satu karung tersebut tidak menutup kemungkinan ada isi lain selain padi atau ada berisikan kerikil yang masuk kedalamnya.

Jadi kesimpulannya tidak semua syiah itu sesat, yang mengklaim syiah sesat total tanpa kecuali biasanya pengikut islam golongan yang fanatik buta dan salafi atau yang mengklaim bermanhaj salaf yang fanatik buta juga. Lebih singkatnya yang mengklaim syiah sesat total di sebut mayoritas umat islam yang condong fanatik buta dan taqlid buta.

Sungguh ironis, mayoritas setiap muslim yang faham agama atau mungkin agak faham agama, tidak sedikit penulis jumpai bahkan mungkin sangat banyak penulis jumpai di mereka, baik itu yang bermanhaj salaf atau yang biasa mereka sebut salafi dan juga dari pengikut islam golongan terutama yang saat ini menjadi mayoritas pasti mereka bilang ke saya hati-hati dengan siah.

Lantas penulis tanya emang ada apa dengan syiah. Mereka jawab syiah mengkafirkan sahabat. Penulis tanya lagi apakah semua yang anda cap siah mengkafirkan sahabat semua? Mereka tidak bisa jawab, sebagian mjenjawab dengan muter-muter, makanya jangan mengembangkan katanya-katanya. Memang itu benar namun tidak semua mereka mengkafirkan sahabat. Hanya Allah yang mengetahuinya.

Apa yang membuat mereka begitu Benci dengan syiah begitu berlebihan itu semua akibat fanatik terhadap golongan, fanatik terhadap mazab, fanatik manhaj atau fanatik ulama ini dan itu dan sejenisnya dan di tambah taqlid buta terhadap hasil asumsi dan katanya-katanya, alias ikut-ikutan. Jadi umat islam yang selagi fanatik, berarti masih condong ke golongan dan kelompok.

Begitupun dengan Salafi, walau salafi itu bukan golongan, namun selagi fanatik mengklaim ikuti ulama ini dan itu penulis atau anda pastikan mereka tidak jauh bedanya dengan islam golongan yang terbaru atau yang biasa mereka sebut ormas islam.

Menjadi muslim itu gampang dan tidak sulit tapi jangan di pergampang dan di persulit. kalau Orang terdahulu pemahamannya sesuai dengan perintah Allah dan Sunnah Rasullnya ikuti, jika tidak sesuai tidak usah di ikuti. Gampangkan?  Tidak harus mengatakan ana bermazab Syafii, ana bermazab maliki, ana bermazab hanafi, ana bernazab hambali dan seterusnya. Yang salafi mengklaim ana bermanhaj salaf.

Jika seperti itu yang terjadi hasilnya akan membuahkan hasil berdakwah bukan berjuanng untuk islam yang cuma satu, tapi berjuang untuk kelompok dan golongan, liat yang terjadi saat ini. Akibat fanatik buta, akibat bermazab ini dan itu. membuat mayoritas berbeda faham dan jika beda faham mereka kembalikan ke apa kata mazab mereka, kata ustad mereka, kata kiay mereka, kata guru mereka, kata kebanyakan mereka dan kata mayoritas mereka.

Subhanallah seandai mereka kembalikan ke apa kata Allah dan Rosulnya niscaya akan tegak dien di muka bumi ini dan akan musnah kebatilan, kebidahan dan kemusrikan di muka bumi ini.

Wallahu alam.

comments