12 Rabiul Awwal 1440 H

Anak adalah nikmat Allah.

Kategori Psikolog
Di lihat 234 kali

Hits: 32

Anak adalah nikmat Allah.
Oleh: DWIWAP.COM

Kata hikmah berbunyi: Siapa tidak mensyukuri nikmat ia terancam kehilangannya; dan siapa mensyukuri nikmat ia telah mengikatnya dengan sampul yang kuat.

Sebagaimana di serukan dalam firman Allah Subhana Wataala yang artinya:
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu mema’lumkan: Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni’mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni’mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih. (Qs Ibrahim 14:7).

Diantara nikmat Allah yang agung dalam kehidupan ini adalah di karuniai anak, si buah hati, kepada suami-istri, anak merupakan karunia serta hadiah istiwewa dari-NYA.

Sebagaimana firmannya yang artinya:
Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki, atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa) yang dikehendaki-Nya, dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa. (QS. Asy Syura: 49-50).

Apalagi seorang di karunai anak-anak yang shalih. Mereka di ibaratkan kekayaan yang tidak ternilai harganya. Mereka membawa kebahagiaan rumah tangga, pelipur lara, dan penolong orang tua. Namun demikian masih banyak orang tua yang tidak mensyukuri bahwa anak sebagai anugerah Allah. Mungkin saja kita termasuk orang tua yang tidak bersyukur itu. Akibatnya, keluh kesah kerap kali terlontar dari lusan seorang hamba; belum lagi di iringi kesalahan dan rasa tidak puas sebagai luapan isi hati.

Apa bila itu yang terjadi, marilah kita sama-sama melihat kondisi di luar sana. Ternyata begitu banyak pasangan yang lelah berharap untuk memiliki momongan, sang buah hati, tetapi Allah belum berkenan memberinya kepada mereka. Padahal semua saran orang sudah dilakukannya, doa-doa pun sudah di panjatkan siang dan nalam.

Di tempat lainnya, banyak pula orang tua yang harus kehilangan anak yang sangat di kasihinya, yang pergi untuk selamanya, neninggalkan dunia ini. Atau anak, yang semula anat sempurna tiba-tiba menjadi cacat karena suatu bencana. Atau juga, anak yang semula sehat-sehat saja jatuh tergeletak tidak berdaya karena penyakit kronis yang tidak pernah di duga. Dan masih banyak pula orang tua yang kehilangan anak dengan berbagau macam problem.

Dari sana kita akan sadar bahwa anak adalah anugerah yang sangat besar. Syukurilah nikmat ini, semoga syukurbitu semakin mempwrtebal kesabaran kita dalam mengasuh dan mendidik mereka. Dan semakin memperbesar harapan kita agar meteka tumbuh nenjadi anak yang shalih yang sebantiasa menabur bagi kebahagiaan bagi orang tua.

Inilah harapan kita yang selalu di panjatkan dalam do’a pada setiap kesempatan, di srla-sela ibadah yang kita kerjakan, yakni permohonan kepada-Nya:
Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. (Qs Al-Furqaan 25:74).

Aamiin.

comments

tags: