12 Rabiul Awwal 1440 H

Allah tidak membuat banyak agama.

Kategori Informasi
Di lihat 406 kali

Hits: 39

Allah tidak membuat banyak agama.
Oleh: DWIWAP.COM

Sebuah kesalahan besar apabila kita berpendapat bahwa Allah Swt menciptakan banyak agama, hanya karena kita melihat beragamnya agama yang ada didunia saat ini.

Apalagi kita mengetahui bahwa agama yang ada sekarang ini memiliki sejarah akan keberadaannya baik tahun dan abad keberapa ia mulai muncul maupun latar belakang pembawanya. Dimana penamaan semua agama yang ada di dunia saat ini, selain agama islam tidak ada yang lepas dari pengaruh dari campur tangan manusia, seperti Yahudi diambil dari nama salah satu keturunan Bani Israel. Nasrani diambil dari nama tempat (kampung) lahirnya nabi Isa, Nazaret. Hindu diambil dari nama tempat (daerah) lahirnya agama tersebut yakni India( Hindustan ). Berlainan dengan agama islam, Islam tidak diambil dari nama pembawanya maupun daerah dimana ia berasal. Dan yang paling aneh lagi orang kita pun (Indonesia) tak mau ketinggalan menciptakan bahkan berlomba-lomba membuat agama baru.

Islam adalah suatu nama agama yang langsung diberikan oleh Allah Swt kepada agama ini. Bahkan pada dasarnya islam adalah untuk semua umat manusia dari sejak dunia ini terkembang sampai kiamat kelak. Islam bukanlah suatu nama yang kebetulan dan asal-asalan saja, tetapi adalah suatu nama resmi yang diberikan oleh Allah Swt untuk agamanya. Hal ini dapat kita lihat dari firman Allah Swt : Pada hari ini Aku sempurnakan untuk kalian agama kalian, dan Aku cukupkan nikmat-Ku kepada kalian, dan Aku restui islam sebagai agama kalian. (Al-Maidah : 3).

Jadi tidak benar bahwa Allah Swt menciptakan banyak agama, seperti anggapan sebagian orang selama ini.
Begitulah adanya bahwa Allah Swt sebenarnya tidaklah membuat beragam agama, tetapi manusia zalimlah yang membuat agama-agama baru karena menuruti hawa nafsunya. Memang sejak awalnya Allah Swt hanya menurunkan islam sebagai satu-satunya agama, seperti firman-Nya yang berarti: Sesungguhnya satu-satunya agama disisi Allah hanyalah islam ( Innaddiina ‘indAllhi isalam, Ali-Imran :19).

Begitu pula apabila kita telusuri sejarah ummat manusia tentang agama berdasarkan kitab suci, seperti firman Allah Swt: (Ingatlah) ketika tuhan berfirman kepada Ibrahim:”Islamlah engkau!”.Jawabnya: saya telah islam(patuh mengikut) Tuhan semesta alam. Ibrahim telah berwasiat kepada anak-anaknya dan Ya’qub: Hai anak-anakku, sesungguhnya Allah telah memilih agama (islam) untukmu, maka janganlah kamu mati, melainkan dalam keadaan muslim. Apakah kamu tahu, ketika Ya’qub hamper meninggal dunia, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: Apakah yang kamu sembah setelah kematianku? Sahut mereka: Kami sembah Tuhanmu dan Tuhan bapak-bapakmu, (yaitu) Ibrahim, Isma’il, dan Ishaq, sedang Dia Tuhan yang Esa dan kami patuh kepada-Nya. (al-Baqarah: 131-133).

Perhatikanlah dengan seksama ayat yang penulis nukilkan diatas dimana dapat kita tarik kesimpulan bahwasanya agama Yahudi dan Nasrani dewasa ini pada mulanya adalah Islam yaitu yahudi dan nasrani sebutan untuk kaum nabi musa dan isa. Tetapi dengan seiringnya waktu nama sebutan kaum nabi musa dan isa tersebut di ambil alih oleh tangan-tangan jahil manusia akhirnya jadi berubah, baik itu nama maupun aqidahnya. Dengan demikian makin jelaslah bagi kita bahwa Allah Swt tidaklah membuat banyak agama untuk umat manusia. Namun mengapa, pada kenyataannya kita saksikan banyak agama yang ada di dunia ini.

Disinilah letak ujian keimanan bagi manusia untuk dapat berfikir dan menentukan mana yang betul-betul agama dari Allah Swt dan mana yang hanya dari ulah dan buatan manusia belaka.

comments

tags: