12 Sya'ban 1440 H

Ahli bid’ah yang melebih-lebihkan.

Kategori Kritikan
Di lihat 141 kali

Hits: 28

Oleh: Dwiwap.com

Pertanyaan dari salah seorang komentator di fb : Bnyak yg gampang ngomong ahli bid’ah tpi yg ngomong msih ahli bid’ah…. haaaaaaah dasar.
Klo masih suka pegang hp & facebookn jgn gmpang nyebut ahli bid’ah lh mnding introfeksi diri sendiri z.
Masa tawasul, tahlil dll d larang tpi hp trus d pegang… emg bid’ahn mna hp sma tawasul??… madhorotn mna hp sama tawashul???

jawab :
Begitulah model pemikiran ahli bidah yang taqlid buta dan fanatik buta, mereka yang berusaha melegalkan bid’ah (hasanah), akhirnya apa saja yang sebenernya bukan bid’ah maka ia bid’ahkan. Yang entah sebenarnya ia tahu tapi pura-pura tidak tahu, atau memang benar-benar tidak tahu. Hingga akhirnya memahami agama hanya berpijak pada akal-akalan, rasa-rasaan, serta ikut-ikutan.

Perlu saudara-saudari dketahui, facebook, email, tv, radio, dan sejenisnya, sejatinya hanyalah sarana atau alat komunikasi saja. Sebagaimana jaman dahulu ada surat menyurat. Cuman jaman sekarang sudah lebih canggih, tapi prinsipnya tetep sama, yakni sama-sama alat komunikasi.

Kita menyampaikan suatu berita, entah itu dakwah atau apapun tidak secara langsung face to face, tapi lewat alat komunikasi tersebut. Apakah itu bid’ah.?
Bukankah Nabi shallallahu alaihi wa sallam juga pernah berdakwah tidak secara langsung face to face sama orang yang didakwahi. Beliau pernah berdakwah menggunakan media alat komunikasi. Gak percaya? Silahkan buka shahih Bukhari.

Diriwayatkan secara panjang dalam hadits shahih bukhari bahwa Rasulullah pernah mengirim surat pada raja Heraklius agar masuk masuk Islam. Bukankah hal tersebut juga merupakan dakwah.?
Dan bukankah surat menyurat adalah alat komunikasi.?
Dari sini saja sebenernya sudah termentahkan tudingan mereka yang membid’ahkan dakwah di facebook.

Memang betul, berdakwah merupakan ibadah, namun sarana yang dipakai untuk berdakwah bukanlah bid’ah menurut istilah agama. Seperti penggunaan microphone untuk pengeras suara, facebook, email sebagai pengganti surat-menyurat, video ceramah dan lain sebagainya dalam masalah dunia, apapun itu (dalam kasus ini mengenai teknologi), hukum asalnya adalah mubah (boleh), kecuali ada dalil yang melarang atau mengharamkannya.

Adapun bid’ah dalam agama, ucapan itu telah disampaikan Rasululloh saw, dimana dalam hadits beliau bersabda, potongan haditsnya yang artinya adalah :
“setiap bidah itu adalah sesat”.
Begitu juga yang dipahami oleh para sahabat dan ulama-ulama lain yang mengikuti Rasulluloh dan para sahabatnya dengan baik.
Maka semua hal dalam perkara dunia.. Semisal motor atau mobil buat ke masjid, Pesawat terbang buat naik haji, hand phone, televisi, radio, komputer dan facebook buat dakwah, kertas buat nulis Qur’an dan hadits, sekolah, Madrasah, pesantern, dll buat belajar agama, microphone di masjid buat khutbah dll.

Semua itu adalah sarana/washillah untuk ibadah, BUKAN IBADAHNYA ITU SENDIRI. Itulah yang disebut dengan Mashlahatul Marsalah.
Sebab untuk urusan dunia, yang menyangkut ilmu pengetahuan, teknologi, alat komunikasi, transportasi, dan semua yang berkenaan dengan peradaban manusia.. Maka Nabi Saw telah bersabda dalam peristiwa penyilangan serbuk sari kurma yang sangat masyhur :
Kamu lebih mengetahui tentang berbagai urusan duniamu
Hadits ini terdapat dalam Shahih Muslim (1366).

Jadi. Benda-benda yang disebutkan diatas itu adalah urusan dunia yang merupakan hasil kemajuan peradaban manusia secara umum dan pengembangan teknologi seiring dengan berjalannya waktu, yang mana orang kafir juga menggunakannya, dan tidak ada kaitannya dengan agama secara langsung.
Sesuatu yang berhubungan dengan masalah duniawi, itu bukanlah bid’ah yang dimaksud oleh Rosulluloh.
Jadi silahkan mau buat mikrofon masjid, pesawat buat pergi haji, software dll.
Akan tetapi yang Rosulluloh larang di sini adalah segala macam perkara baru dalam bentuk amalan/keyakinan agama dan syari’at, entah itu amalan-amalan (Fi’liyah) maupun Ucapan (Qouliyah) baik mengurangi atau menambahkan.

Rasululloh Saw bersabda yang artinya:
Barang siapa yang mengada-adakan sesuatu amalan dalam urusan agama yang bukan datang dari kami (Alloh dan Rasulnya), maka tertolaklah amalnya itu.

Dan sabda Nabi Saw :
Dan jauhilah olehmu hal-hal (ciptaan) yang baru (dalam agama). Maka sesungguhnya setiap hal (ciptaan) baru (dalam agama) itu adalah bid’ah, dan setiap bid’ah adalah sesat.

Rasululloh Saw juga bersabda:
Aku wasiatkan kepada kalian untuk bertakwa kepada Alloh, patuh dan taat walaupun dipimpin budak Habasyi, karena siapa yang masih hidup dari kalian maka akan melihat perselisihan yang banyak.
Maka berpegang teguhlah kepada sunnahku dan sunnah pada Khulafaur Rasyidin yang memberi petunjuk berpegang teguhlah kepadanya dan gigitlah dia dengan gigi geraham kalian.
Dan waspadalah terhadap perkara-perkara yang baru (yang diada-adakan) kepada hal-hal yang baru itu adalah kebid’ahan dan setiap kebid’ahan adalah kesesatan.

Dari sini. Maka telah jelaslah sudah:
Bahwa berdakwah lewat media alat komunikasi bukan bid’ah.
Masih ngotot membid’ahkan dakwah di facebook.?

Semoga Alloh memberi anda kemudahan untuk memahaminya. Aamiiin

Comment

0Shares
tags:

Populer post