16 Syawwal 1440 H

84 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Oleh: DWIWAP.COM

Rupanya semua orang atau umat islam mayoritas taqlid buta semua, mereka mengatakan atau menganggap bahwa agama islam itu agama warisan dan keturunan, namun apapun alasan anda semua penulis tidak akan ikut taqlid seperti anda dan mayoritas orang. Penulis tetep berjuang sendiri melalui tulisan dengan mengatakan bahwa islam itu satu-satunya agama Allah dan bukan agama warisan atau Agama keturunan atau apalah seperti anggapan mayoritas umat islam yang taqlid jika agama islam di samakan dengan agama plintiran atau kepercayaan seperti kristen, khatolik, hindu, budha, konghucu dlln penulis tidak setuju.

Namun jika mereka bilang agama plintiran yang di taqlid-i banyak orang/mayoritas orang dan bahkan sudah diakui oleh pemerintah sebagai selayaknya agama tersebut sebagai “Agama warisan” silahkan saja, bahkan penulis malah sangat setuju. Namun jika agama Allah yaitu agama islam yang di katakan warisan rosul, warisan ortu dan warisan nenek moyang sedikitpun penulis tidak setuju. Karena yang di wariskan rosul adalah kitab dan sunnah dan hhalat, dan yang di wariskan ortu biasanya harta dan sejenisnya, dan yang di wariskan nenek moyang adalah mayoritas kepercayaan-kepercayaan yang saat ini di taqlid-i oleh kebanyakan umat islam dari kalangan pengikut islam golongan atau ormas islam, seperti kurafat, bid’ah dlln.

Mari kita renungkan hadits di bawah ini untuk menambah pengetahuan.

Rasululloh Shollallohu Alaihi Wasalam bersabda: yang artinya : Sesungguhnya Rasulullah pernah bersabda : Aku telah meninggalkan pada kamu sekalian dua perkara yang kamu tidak akan sesat selama kamu berpegang teguh kepada keduaya, yaitu : Kitab Allah dan sunnah Rasulnya. (HR. Malik).

Terkait hadist diatas terbukti bahwa yang di tinggkan ileh Rasul adalah kitab dan sunnah.
Mungkin sebagian ada yang mau memlintir “aku tinggalkan jadi aku wariskan”. Silahkan. Jika kitab dan sunnah yang di anggap warisan tidak apa-apa. Tapi kalau islam anda bilang warisan penulis sangat tidak tidak setuju. Karena itu pembodohan. Karena islam sudah ada sejak awal manusia pertama di ciptakan Allah yang di turunkan di bumi di bawah langit urutan pertama.

Untuk memahami apa yang penulis ucapkan ini silahkan keluar dari islam golongan=ormas dan sexte terlebih dahulu dan juga silahkan  anda pahami apa itu islam dan apa arti islam.

Kita memang di doktrin oleh orang tua kita. Tapi  mari kita telaah dulu. Anda tau tidak, kalau Secara fitrah kita sudah muslim sejak lahir jebret?
Jawab : Iya tau.

Bagus jika anda sudah tau dan penulis yakin banyak yang tau. Kalau yang tidak tau karena tidak mau cari tau dan tidak mau tau.

Anda muslim?
Jabab : Ya

Bagus walaupun anda belum secara kafah islamnya yang penting anda islam.

Anda percaya dengan Nabi Muhammad sebagai utusan terakhir?
Jawab : Ya percaya.

Anda percaya dengan hadits sahih yang di riwayatkan ulama terdahulu dan sudah di teliti kesahihannya?
Jawab : ya percaya.

Jika yakin dan percaya ini bunyi haditsnya :
Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, kecuali orang tuanya yang menjadikannya yahudi, nasrani atau majusi. (HR Bukhari 1296).

Tugas kita sebagai manusia adalah mencari jati diri, makanya setiap manusia dikasih otak buat berpikir lewat tanda-tanda yang Allah kasih. Makanya kita yang muslim nyebut muallaf sebagai “kembali ke fitrah”, karena sejatinya dia kembali ke jati dirinya yang asli.

Contoh penulis sendiri sejak kecil. Terlahirkan dari keluarga islam yang tekun beribadah namun islamnya belum kaffah atau menyeluruh mereka menganut kepercayaan-kepercayaan yang menyimpang dari sa’riat islam. Seluruh keluarga dan saudara-saudara penulis. Dari jawa timur, jawa tengah, lampung, banten, kalimantan timur dan kalimantan barat semua dari yang berpendidikan tinggi maupun dari yang berpendidikan rendah tanpa kecuali. Mereka rata-rata terdoktrin, dan mereka rata-rata semua pasrah dan taqlid dengan doktrinnya itu. (Sebut saja sekarang namanya Ahli bid’ah).

Penulis memang terlahir dari keturunan keluarga diatas dan di didik dari kecil dari sebagian keluarga di atas tapi penulis berusaha mencari jati diri tanpa mau di doktrin oleh siapapapun, kita di beri akal untuk mencerna memilih dan memilah antara yang baik dengan yang tidak. Dan penulis sedikitpun tidak mau taqlid dan pasrah mengikuti mereka penulis berusaha mencari jati diri dan wawasan islam yang kaffah.

Tidak ada yang meragukan kekuasaan tuhan kecuali orang-orang meragukan kekuasaannya. Allah tidak pernah membuat agama lain selain Islam, hanya orang-orang dzalim lah yang memutar balikkan fakta menjadi agama-agama baru yang beraneka ragam. Itu juga jadi salah satu bukti kekuasaan Allah & salah satu bentuk ujian di dunia untuk makhluknya. Manusia lahir jebret dimanapun anda lahir dan di agama plintiran apapun tidak peduli itu kristen, khatolik, hindu, budha dlln. Anda sudah terlahir sebagai muslim.
Jika kita/anda pasrah dan taqlid tidak mau mencari, berusaha mencari jati diri ketika balig dan dewasa maka doktrin orang tua dan sekitar anda akan makin kuat melekat. Jadi islam bukan warisan islam itu satu-satunya agama Allah dan agama yang di ridhai Allah.

Allah berfirman
Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam); (sesuai) fitrah Allah disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (Ar-Ruum: 30).

Islam adalah berserah diri kepada Allah dengan mentauhidkannya, tunduk dan patuh kepadanya dengan ketaatan, dan berlepas diri dari perbuatan musrik dan para pelakunya. Agama islam bukan warisan tetapi karena hidayah yang Allah berikan kepada yang dikehendaki sesuai dengan ilmu dan hikmah Allah kepada orang yang berusaha mencari jati dirinya. Buktinya misalnya, ada orang yang orang tuanya islam tetapi setelah baligh/dewasa ia malah murtad dan sebaliknya ada yang kedua orang tuanya non-muslim kemudian mendapat hidayah dan menjadi Islam.

Jika islam itu warisan : Nabi Nuh mempunyai anak yang tidak ikut agama islam Nabi Nuh dan Nabi Nuh buktinya tidak bisa mewariskan kepada semua anaknya.
Jika islam itu warisan : buktinya Nabi Ibrahim tidak mendapatkan warisan ajaran bapaknya dan semua kaumnya yang menyembah berhala.
Jika islam itu warisan Nabi adam As dan Siti hawa dapet warisan dari siapa? Dari Allah itu jawaban yg gk logis.

Sebagai bukti keadilan Allah, semua anak dilahirkan di atas fitrah yaitu agama islam. Meskipun kedua orang tuanya bukan Islam. Orang tua mereka yang memberi “cap” agama selain islam. Ini hanya “cap” saja sampai mereka baligh. Jika sebelum baligh/dewasa mereka meninggal maka sebagai bukti keadilan Allah, mereka masuk surga semuanya. Karena memang mereka belum baligh dan belum bertanggung jawab terhadap diri sendiri.

Anak-anak yang belum baligh akan diuji lagi oleh Allah kelak sebagaimana orang buta, tuli dan orang yang memang tidak sampai ajaran Islam pada mereka sama sekali. Adapun jika telah baligh, mereka sudah bisa berpikir dan merenung serta sudah bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Mereka sudah bisa memilih dan membedakan mana yang baik dan buruk. Sangat jelas ajaran agama islam adalah yang paling sesuai dengan fitrah dan logika manusia. Jika mencari agama selain Islam, maka akan merugi.

Allah berfirman :
Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi (QS. Ali Imran: 85).

Wallohu alm.

Comment

tags:

Populer post